17 Agustus 2018
“Kalian sudah menunjukkan yang terbaik, kakak bangga. Tepuk tangan buat kalian” Ucap Kean didepan pasukan yang baru saja menurunkan bendera merah putih.
Kean berdiri dengan formasi disampingnya ada Leana lalu disamping Leana terdapat Cello sedangkan kesya memilih untuk berdiam dibelakang pasukan. Setelah mengetahui hubungan Leana dan Kean, ia memilih menghindar. Ia enggan untuk mendekati keduanya. Ia cukup sakit hati namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Ia selalu menceritakan segala hal tentang Kean kepada Leana, Leana sebagai sesama jajaran teras di paskibra satria membuatnya dan kesya cukup dekat hingga berbagi cerita. Kesya tahu itu bukan kesalahan Leana, lagi pula hati tidak bisa dipaksakan.
Setelah semua selesai, kesya hendak melangkahkan kakinya keluar dari area istirahat pasukan pengibar. Niatnya ia akan pulang dan melanjutkan belajar dan juga membuat laporan pertanggung jawaban sebagai tugas akhir ia sebagai seorang sekretaris dan tentu saja laporan pertanggung jawaban tersebut akan menyita banyak waktu ia dan Kean. Ah dunia seperti tidak berpihak padanya
Kesya mengernyitkan keningnya, ia melihat sosok yang tak asing baginya. Ya Jefferey
Kesya memilih untuk menghampiri Jefferey
“Kak”
“Key”
“Mau jemput Vania? Gue liat dia lagi ganti baju tadi di dalem”
“ya, udah ketemu”
“Oh syukur deh”
“lu mo balik?”
Kesya mengangguk hingga seseorang memanggil namanya
“Key ayok” ucap bang arga yang ternyata sedari tadi kesya menunggu dijemput arga
“Gue duluan kak” pamit kesya, sedangkan Jefferey memandang kesya dengan tangan yang mengepal
Ia meninggalkan rapat himpunan hari ini untuk menjalankan misi sesuai instruksi adiknya, namun apa ini? Siapa pria tadi? Pacar kesya kah?
“Bang itu kak key pulang sama siapa?” tanya vania yang ternyata sedari tadi memperhatikan interaksi abangnya dengan kesya
Jefferey tidak menjawab, ia langsung memasuki mobil. Vania menyusul, ia tahu abangnya sedang menahan amarah. Vania juga tidak tahu hubungan antara kesya dengan pria tadi
“Abang cemburu?” tanya vania penuh selidik dengan sedikit menahan tawa, lucu sekali melihat raut wajah Jefferey saat ini
Jefferey tetap diam
Vania akhirnya memilih untuk memastikan apa hubungan key dengan pria tadi
Kak Kesyaaa
Kak key
Hallo Van
Kakak udah pulang?
On my way hehe
Whats wrong?
Pulang sendiri kak?
Sama abang van
Kenapaa
Gapapa kok kak, cuma agak panas aja
Tadinya mo ngajak kakak makan ice cream dulu
Waduu
Maap yaa
Kapan kapan kakak yang traktir deh
Yeay okey kaa
Melihat jawaban Kesya, vania mengembangkan senyumnya. Sia-sia abangnya cemburu haha
“Bareng abangnya itu kak”
Mendengar penuturan adiknya, Jefferey menoleh lalu menepikan mobilnya
Vania memperlihatkan chatnya dengan Kesya, dapat vania lihat perubahan raut wajah Jefferey. Walau tak terlihat, Jefferey tersenyum
“cepet ditembak bang, saingan lu banyak”
Jefferey tak menanggapi, ia melanjutkan perjalanan.