Jaemin terbangun karena suhu hangat di punggungnya. Ia merasa aneh di bagian selangkangannya. Tentu saja karena semalaman p***s Jeno bertengger di dalamnya. Ini masih sekitar 4 pagi. Jaemin mendesis saat mencoba menggerakkan tubuhnya dan mengeluarkan p***s Jeno. Ia merasa bagian bawah sangat pegal, sampai ia tak punya tenaga untuk mendorong Jeno. Gerakan Jaemin tersebut justru membuat hal yang ingin dikeluarkannya itu malah membesar di bawah sana. "Sial.." umpatnya. Jeno ikut terbangun karena keributan yang dilakukan Jaemin. Ia menggeram karena belum berniat membuka mata. "Jen, keluarkan penismu jika kau sudah bangun." Gerutu Jaemin memujul tangan Jeno yang melingkar di pinggangnya. "Sebentar lagi." Gumam Jeno setengah sadar. "Ayolah, ini sudah semalaman didalam tubuhku. Apa kau ing

