Sungguh Jaemin sekarang sudah tak ada lagi tenaga untuk menolak Jeno. Benaknya juga berperang untuk menolak Jeno tapi juga candu akan semua sentuhannya. "Apa kau sudah menyerah? Desahanmu lebih erotis pagi ini daripada semalam." Ujar Jeno melihat Jaemin yang sepertinya sudah kehilangan pikirannya. "Just Shup up. Jika kau tak bisa menyelesaikannya dalam 15 menit, artinya kau bukan dominanku. Aku tak mau dominan yang tak bisa memuaskanku." Jawab Jaemin tegas, sambil menahan desahannya karena Jeno tak pernah berhenti bergerak. "Wait, apa itu tantangan? Kau akan menyesal menantangku." Jeno kemudian mengambil tengkuk Jaemin kemudian menciumnya kuat, ia menghisap bibir Jaemin dan menggigitnya seperti sedang bermain dengan permen karet. "Aku berencana bermain pelan karena kita harus sekolah,

