Jeno kembali mengurus Jaemin seakan ia mengurus anaknya yang akan berangkat sekolah. Karena Jaemin yang belum bertenaga untuk berdiri, akhirnya ia hanya duduk di tepi kasur memperhatikan Jeno mengurus semuanya. Dimulai dari mengeringkan tubuhnya, bahkan Jaemin menyeringai puas saat melihat Jeno sulit menahan diri didepan tubuh polosnya. Kemudian Jeno memakaikan pakaian dalam barunya pada Jaemin. "Apa punyamu akan pas denganku?" Ujar Jaemin. "Ini masih baru, tentu saja muat." Jawab Jeno berusaha fokus agar tidak memperhatikan p***s mungil Jaemin. "Tapi punyamu kan besar." Suara Jaemin berubah membuat Jeno menatapnya dan menemukan Jaemin mengerucutkan bibirnya. "Porsi tubuh kita sama. Apa yang kau bicarakan?" Tukas Jeno sambil berusaha mengabaikan wajah super imut Jaemin. "Maksudku ini

