9 - Sweet

288 Kata
"Aku bingung, sebenarnya kau itu dominan atau submissive?" Ujar Jeno sambil membiarkan Jaemin bermain-main dengan lehernya. Jaemin menjauhkan wajahnya dari Jeno, berpikir sejenak. "Dua-duanya? Well, aku sendiri juga bingung. Aku lebih suka menjadi submissive, tapi mungkin aku juga tidak suka semuanya berjalan terlalu mudah. Akhirnya aku juga ingin ambil bagian menjadi dominan. Oke, aku bingung dengan ucapanku sendiri." Jelas Jaemin yang sulit mengartikan perkataannya sendiri. "Aku mengerti, kau hanya submissive pemberontak yang belum menemukan dominannya saja." Balas Jeno sambil menarik kepala Jaemin agar berada di bawahnya. "Karena aku disini. Kupastikan kau jari sub yang baik." Lanjut Jeno kembali menunjukkan wajah dominannya. Jaemin menepis tangan Jeno. "Kita lihat saja, siapa yang akan lebih dominan nantinya." Balas Jaemin. "Hey, kenapa kau suka sekali menantangku?" Tanya Jeno. "Kenapa emang? Bukankah kau sendiri selalu b*******h tiap kutantang?" Jeno menggeram ketika Jaemin memajukan kakinya diantara kedua pahanya.. "Jangan mulai lagi, Jaem. Kau akan menyesal. Aku tidak akan sebaik tadi yang membiarkanmu pergi begitu saja." Geram Jeno. Jaemin terkekeh kemudian menghentikan tindakannya. Ia pun berjalan ke dapur untuk mengambil s**u. "Lain kali aku tidak akan pergi lagi." Ujar Jaemin. "Ya, saat itu kupastikan kau menangis dibawahku tanpa bisa melawan kata-kataku lagi." Balas Jeno dengan mengusap bibirnya bernafsu hanya dengan membayangkannya. "Kutunggu saat itu datang. Tapi sekarang, cukup sebatas ini.." Ucap Jaemin sambil membuat Jeno meminum s**u yang ia ambil tadi melalui mulutnya. Jeno yang tidak siap membuat s**u itu mengalir hingga dagunya. Ia merasakan lidah Jaemin yang aktif menjilati s**u di dagunya itu. "Manis." komentar Jaemin setelah membersihkan dagu Jeno dari s**u tadi hingga lehernya. Ia mengusap bibirnya dengan jempolnya. Jeno hanya bisa mengepalkan tangannya untuk mengendalikan nafsunya. Sungguh, Jaemin itu lebihe menakutkan dari apapun jika sudah menyangkut memancing gairahnya. *** To Be Continued..
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN