Kini Jeno terbaring dikamarnya. Hari sudah gelap begitu pula kamarnya, namun tidak ada niat baginya untuk sekedar menyalakan lampu. Ia masih terbuai dengan semua kejadian dirumah Jaemin hari ini. Ia menggeser tubuhnya untuk berbaring ke kanan kiri. Sungguh ia tak sabar menunggu besok, lebih tepatnya tak sabar melihat Jaemin lagi. Kemudian ia sadar, ia bahkan belum meminta kontak Jaemin untuk dihubunginya. Jeno menarik rambutnya sendiri, ia terlihat seperti orang gila karena grasak grusuk kesana kemari di kamarnya. *** Pada akhirnya Jeno datang dengan lingkar hitam dibawah matanya. Saking tak sabarnya, matanya ikutan tak ingin menutup. Ia berjalan ke kelas dengan lunglai dan terseret sambil beberapa kali menguap. Hingga seseorang mengagetkannya dengan menyentak bahunya. Jeno sendiri t

