Seperti biasa, Jaemin dengan telaten menjalankan tugasnya dan tak menolak dimintai tolong teman-temannya. Jeno yang memperhatikan itu dari tempat duduknya menghela nafas. Jaemin yang diperhatikannya benar-benar mengabaikannya, seakan-akan kemarin hanya bagian mimpi Jeno. Kini Jaemin bahkan tak melirik padanya. Detik itu juga bel pulang berbunyi, dengan cepat Jeno berdiri dan menarik tangan Jaemin yang masih membereskan mejanya. "Jeno, apa yang kau lakukan? Hey,.. Jawab aku! Kau mau membawaku kemana?" Ucapan Jaemin bagaikan tak terdengar di telinga Jeno. Ia terus menarik Jaemin hingga ke mobilnya. "Diamlah." Ucap Jeno, sekali, dengan pelan, membuat Jaemin bergidik mendengarnya. ada apa dengan anak ini? Batin Jaemin. Mereka berhenti di depan sebuah rumah mewah dengan gaya klasik dipenuh

