Sekarang situasinya sangat awkward di dalam kamar Jeno akibat ulah ayahnya tadi. Jeno hanya ikut diam, mengutuk ayahnya dalam hati. Sedangkan Jaemin sudah berpikiran kemana-mana membayangkan apa yang akan terjadi. "Maafkan ayahku. Dia memang sering keterlaluan saat bercanda..." Suara Jeno memecah keheningan diantara mereka. "... Dan kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan melakukan apa-apa." Lanjutnya. "Benarkah? Bukankah itu tujuanmu membawaku kemari?" Balas Jaemin tanpa menatap Jeno. "Awalnya, sekarang moodku hilang karena ayahku tadi." Ujar Jeno sambil menggeram kesal membayangkan hal tadi. "Kalau begitu aku tinggal memperbaiki mood mu saja, kan?" Gumam Jaemin pelan sebelum berpose hangat diatas tempat tidur Jeno. Jeno hanya meneguk ludah melihatnya. "Lagian, kenapa kau sepert

