Jeno terbangun karena merasa geli di lehernya. Ia mengerjapkan matanya melihat Jaemin tertidur dalam dekapannya. Ia masih dapat melihat bekas air mata yang sudah mengering di wajah Jaemin. Jeno mengusap wajah Jaemin, dalam benak Jeno sangat gembira bukan main. Ia tidak akan pernah malas bangun jika yang pertama kali ia lihat adalah Jaemin tanpa busana di dekapannya. Karena itu, ia memeluk Jaemin erat membuatnya malah terbangun. Jaemin mengerjap tidak melawan perbuatan Jeno. Ia ikut mengeratkan pelukannya, makin menekan wajahnya di belahan leher Jaemin, entah kenapa ia sangat nyaman hingga ia berniat kembali tidur. "Kau tidak berniat pulang? Ini sudah malam sepertinya." Ujar Jeno yang tahu Jaemin sudah bangun. Jaemin tidak menjawab, ia hanya makin mengeratkan pelukannya. "Enn.." Gumam

