Lagi

926 Kata

Mood Rere benar-benar hancur, ia kembali ke meja kantin. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah, mereka yang berada disitu menatap Rere penuh harap. Jennie masih berada disana, tapi tak seorang pun menghiraukan Jennie. Rere menyeruput jus jambu yang sedari tadi belum ia sentuh karena diseret Benua beberapa waktu lalu. Rere memperhatikan Jennie yang sedang menatapnya dalam-dalam. Rere risih, ia berdiri, mulutnya mengatakan sesuatu yang membuat Jennie seketika mengalihkan pandangan kearah lain. "Sekali lagi Lo natap gue gitu, gue colok mata Lo." Galaknya, Jennie masih belum berdiri hingga Benua datang menjemputnya. Benua kembali, hidungnya ditempeli plester dan sedikit perban, Jennie berdiri panik menghampiri Benua. "Benua kamu gak apa-apa kan? Hidung kamu kenapa?" Jennie berusaha me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN