Benua menemukan Jennie sedang membaca novel seorang diri di perpustakaan yang sepi. Diam-diam sudut bibirnya terangkat keatas, ia merasa kasian, orang disekitarnya tak ada yang mau menerima kehadiran Jennie. Benua melangkah gontai memasuki perpustakaan. "Gue kira lagi baca buku," Jennie terengah, menutup bukunya itu. Sepertinya, perpustakaan adalah tempat favoritnya sekarang. "Sharena benci banget ya Ben sama gue?" "Dia cewek gue Jen," sahut Benua jujur, bahu Jennie menurun, pertanda kecawa dalam dirinya. Jennie membenarkan ikat rambutnya yang mengendur, menyandarkan bahunya pada tembok dibelakangnya. Benua ikutan bersandar disebelah Jennie, menatap kasihan gadis disebelahnya. "Saat Lo nerima perjodohan ini, gue seneng banget Ben. Apalagi saat Lo bilang Lo belum punya cewek. Seka

