Mematahkan Harapan

1453 Kata

Masih di waktu yang sama. Gelak tawa kembali terdengar di ruangan pribadi Satya dan Kirana. Bahkan, kali ini Belva tidak sanggup menahan tawanya meski tidak selepas Kirana dan Selva. Lagi-lagi, Satya yang menjadi objeknya. Bagaimana tidak? Pria yang beberapa saat lalu dengan bangga memamerkan otot tubuhnya karena Selva terus-menerus membanding-bandingkannya dengan beberapa pria yang gadis itu sebut sebagai calon papa baru mereka nanti, ternyata tidak bisa menelan obat dalam bentuk tablet. Sontak saja hal tersebut membuat Selva semakin gencar mengejeknya. Mengatainya lemah, tidak hebat dan yang paling membuatnya kesal gadis itu selalu membandingkan dengan Bastian. “Ini diminum, Yang?” Satya mengamati sebutir obat yang ada di telapak tangannya. “Ya, iyalah, Pa. Kalau dipelototin aja mana

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN