Malam Panas

1555 Kata

"Kenapa masih di sini?" Suara tegas Satya mengagetkan Melisa yang sedang menikmati secangkir teh dan sepotong roll cake. Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, seperti biasa Satya memerlukan secangkir kopi untuk menemaninya lembur. Biasanya sang istri yang akan membuatkan, tetapi sampai saat ini wanita itu masih betah berada di kamar Selva. Jadi, dia berencana untuk membuatnya sendiri. Betapa terkejutnya ia saat mendapati Melisa yang duduk di ruang makan. Ia pikir sepupunya itu sudah kembali ke kosan-nya. "Oh, di luar hujan, Mas. Aku udah pesen taksi online, tapi nggak dapet." Di luar memang sedang hujan lebat bahkan, menurut berita yang berseliweran di media sosial ada beberapa pohon yang tumbang. Satya tak lagi bersuara. Ia melanjutkan langkah menuju dapur. “Mau buat kopi?” ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN