Percumakah?

1725 Kata

Satya berdiri di dekat jendela dengan sebelah tangan yang diselipkan di saku. Sedangkan, sebelahnya lagi sibuk menyentuh layar ponsel yang ia genggam sejak kepergian Bima, berusaha menghubungi seseorang. Berulang kali berdecak dan mengumpat saat panggilannya tidak mendapatkan respon. Kegelisahan terlihat jelas di wajah lelahnya. Ia mencoba menghubungi Feby, tetapi hasilnya pun sama. Sahabat istrinya itu tidak menjawab panggilannya. [Kamu di mana, sih, Sayang? Mas khawatir.] Sama seperti puluhan pesan yang sudah ia kirimkan sebelumnya, centang dua pada pesannya kali ini pun tidak berubah biru. Satya mencoba memeriksa akun sosial media milik istrinya. Nihil, tidak ada postingan apapun. Padahal, Kirana merupakan orang yang aktif bersosial media. Satya mencoba untuk tetap tenang dan berpik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN