Hari sudah gelap, tapi Satya masih betah duduk bersandar di dalam mobil yang terparkir tidak jauh dari sebuah rumah berlantai dua yang selama sepuluh hari ini selalu dia kunjungi. Menatap lurus pada sepasang jendela yang tidak pernah terbuka. Berharap hari ini dia beruntung bisa melihat siluet tubuh seseorang yang sangat ia rindukan. Untuk sekarang, hanya ini yang bisa ia lakukan. Ia bahkan mengabaikan rasa lelah karena seharian bekerja dan juga jarak tempuh yang cukup jauh. Lalu, menghabiskan waktu berjam-jam di dalam mobil memandangi kamar wanita tercinta hingga lampu di ruangan itu padam. Tok! Tok! Tok! Satya berjingkat kaget saat ada seseorang yang mengetuk kaca mobilnya. “Mama!” ujarnya semakin terkejut melihat sosok yang mengetuk kaca mobilnya. Sebenarnya berat bagi Astika untuk

