Setelah memberikan keputusan sepihaknya, Bima langsung keluar dari ruangan pribadi Kirana. Meninggalkan empat orang yang terpaku di tempat masing-masing. Brak! Kecuali Kirana, suara dentuman pintu itu membuat mereka tersadar. Astika yang tidak kuasa menahan tangisnya langsung memeluk sang putri yang masih diam dengan pandangan kosong. Puluhan kali istri Danu itu membisikkan kata maaf sambil terisak pilu. Namun, Kirana tetap bergeming, ia bahkan tidak membalas pelukannya. Pun dengan Danu. Dadanya berdenyut nyeri melihat wajah tanpa riak yang ditunjukkan putrinya. Tidak ada air mata atau raut sedih apalagi rengekan manja meminta pembelaan seperti biasanya. Sungguh, melihat putrinya tidak seceria biasa saja sudah membuatnya sakit, apalagi seperti ini. Perlahan ia mendekati kedua wanita ya

