Drap.. drap.. drap Suara langkah kaki Lilia dengan cepat Menghampiri Raiyen.
Lilia LuzQiana: "Ra.. Raiyen! Kita harus cepat! TUK.. Akhhhhhh!" Ucap Lilia Yang tak sengaja tersandung.
Raiyen Qin: "Apa harus secepat itu? Tu.. tunggu pelan pelan saja!" Ucap Raiyen langsung menangkap Lilia yang ingin terjatuh." Kau suka sekali aku peluk ya?" Ucap Raiyen menatap Lilia dari dekat.
Lilia LuzQiana: Blussss! Wajah memerah 100%." A.. apa sih! Lepaskan dari pada Di peluk dengan mu lebih baik di peluk bumi tau!"
Raiyen Qin: "Aku tak akan membiarkan mu jatuh! Karna, baju mu sangat bagus dan tak pantas untuk kotor." Ucap nya menatap dengan serius.
Lilia LuzQiana: Buakkk.. suara pukulan Lilia mengenai perut Raiyen." Awas! Cepat lah, aku tak punya banyak waktu!" Ucap Lilia langsung masuk kedalam mobil Raiyen dengan wajah merona.
Raiyen Qin: "Aissss.. ini yang kudapat kan setelah menyelamatkan nya! Huhhh! tapi.. tadi hampir saja keceplosan!" Pikirannya berjalan menuju mobil.
Lilia LuzQiana: "Huh!! Apa sih yang ku harap kan! Mana mungkin kata yang keluar dari mulut nya itu manis! Semua nya pahit! pahit! Tapi kenapa aku kesal?" Pikiran Lilia sembari mengerutkan kedua Alis nya.
Cipp.. cip.. cip, Suara perpaduan burung yang berkicau dan jatuh nya gemercik Air terjun. Dan Angin yang seakan akan menyambut kedatangan ku.
Raiyen Qin: "Buka mata mu menikmatinya engga usah sampai begitu juga kali! Jiyjik Iww!" Ucap Raiyen yang melihat Lilia menikmati pemandangan dari luar jendela mobil.
Lilia LuzQiana: "Nyenyenye.. kalo engga suka engga usah liatt dong menggangu saja! Ngomong ngomong kita mau kamana ini bukannya ke arah pulau sebrang ya?" Ucap Lilia yang baru Sadar Dimana Ia berada.
Raiyen Qin: "Hehehe.. Nona diam saja, anggap saja aku sedang menculik mu! Aku akan menunjukkan mu tempat yang sangat indah!" Ucap Raiyen dengan penuh semangat.
Lilia LuzQiana: "Kau gila? Tidak ada yang berani menculik ku yang tukang makna ini! Berhenti, ini pelanggaran aku beri kartu kuning! Cepat turunkan aku!" Ucap Lilia langsung memukul Raiyen.
Raiyen Qin: "Paan tuh nggak sakit! Hahahah.. keras dikit dong pukulan kek Yupi gitu lembek! HaHaha.. Sudah lah aku takut tangan mu patah nanti! Lihat lah kedepan kita sudah sampai!" Ucap Raiyen dengan wajah yang begitu sangat bahagia.
Lilia LuzQiana: "Tidak! Aku tidak mau turun aku ingin pulang cepat bawa aku pulang!" Rengekan Lilia sembari menarik kerah Raiyen.
Raiyen Qin: "Cih merepotkan!." Ucap Raiyen langsung mengangkat Lilia turun dari mobil.
Lilia LuzQiana: "Turun kan aku! Aku ngga mau di sini tolongg siapa pun Raiyen Gila!" Rengekan Lilia sembari me ronta ronta.
Raiyen Qin: "Kau ingin di tolong dengan Hewan buas ya? Ini di tengah pulau tau! Diam lah teriakan mu sia sia, lagian siapa yang mau menculik mulut kaleng rombeng seperti mu! Lihat lah kedepan!" Ucap Raiyen menurunkan Lilia dengan sangat Pelan.
Lilia LuzQiana: "Cih! Siapa suruh tiba tiba berkata ingin menculik ku! Dan kenapa kita harus kesini. Eh? Ada pantai di tengah pulau? Uwahhhh.. Cantik!" Ucap Lilia ternganga melihat keindahan tempat yang Ia kunjungi bersama Raiyen.
Raiyen Qin: "Hei, setidak nya tutup mulut mu! Air Liur mu menetes sederas Air terjun tau." Ucap Raiyen menggoda Lilia.
Lilia LuzQiana: "Huh! Menggangu mood orang terus deh! Tapi Raiyen, dari mana kau tau tempat ini?" Ucap Lilia dengan wajah Ingin tau.
Raiyen Qin: "Hmmm.. aku cerita atau tidak ya? Percuma kan cerita sama orang yang tadi tak ingin ke sini!" Ucap Raiyen langsung memaling kan wajah nya.
Lilia LuzQiana: "Jangan gitu dong! Tadi kan aku salah paham, jika kau tak mau kasih tau ku doa kan kuburan mu sempit!" Ucap Lilia dengan wajah kesal nya yang terlihat imut.
Raiyen Qin: "Hahaha.. aku bercanda, Bagaimana bisa aku menolak permintaan seorang Ratu? Tempat ini Adalah." Ucap nya Tersenyum sembari mengelus kepala Lilia dan mulai bercerita.
"Dulu tempat ini adalah tempat Rahasia untuk sang Master Mafia dan seorang Gadis yang kuat, mereka selalu bertemu di tempat ini dan saling membagi cinta. bagi mereka tempat ini adalah tempat dimana mereka bisa bersama dari semua tempat yang ada, Tapi sayang nya Gadis itu pergi dan menghilang, dan Gadis itu adalah Bibi ku Diana Morgan orang yang sangat ku Gemari."
Tanggal 1 September, saat aku Raiyen Qin Berulang tahun ke 5, bibi ku membawa ku kesini.
Raiyen Qin: "Apa ini katanya ingin mengajak ku kepantai, Kok malah ke pulau yang isi nya pohon doang! Dan apa itu? Kodok! Iwwwww." Ucap Raiyen dengan wajah kesalnya sembari memeluk kaki Diana.
Diana Morgan: "Sayang.. kata nya saat besar kau akan menjadi seperti Bibi? tapi kenapa takut dengan kodok? Kodok kan kecil!" Ucap nya langusung mengelus kepala Raiyen.
Raiyen Qin: "Uhhhh.. aku sebenar nya tidak takut! Tapi apa bibi ngga merasa aneh tenggorokan kodok itu akan membesar jika Ia mau mengeluarkan suara." Ucap Raiyen bergemetar sekujur tubuh nya karena melihat kodok itu terus bersuara.
Diana Morgan: "Haha.. baiklah Biar bibi menggendong mu! Sudah lebih baik?" Ucap Nya sembari tersenyum.
5 menit setelah Diana Morgan menggendong Raiyen yang dari tadi terus memeluk Erat dan mengejamkan matanya karena Ancaman dari si kodok.
Diana Morgan: "Rupa nya masih takut ya? Hehehe.. maaf kan bibi ya, sekarang buka lah mata mu dan lihat lah kedepan."
Raiyen Qin: "Tidak! Bibi tidak salah Raiyen saja yang terlalu takut! EH? Tempat ini!" Ternganga melihat di tengah pulau terdapat pantai yang sangat indah.
Diana Morgan: "Kau suka? Jika kau tidak suka tak apa bibi akan langsung membawa mu pulang." Ucap nya yang terdengar khawatir.
Raiyen Qin: "No.. No Raiyen tak mau pulang! Raiyen ingin terus di sini bersama Bibi, karena bibi cinta pertama Raiyen!" Ucap Raiyen diikuti dengan pipi gemul yang terus bergerak.
Xuan Dira: "Maaf pria kecil! Kau salah menggangu bunga ku! Jadi pergi dan jangan menjadi lebah!" Ucap Xuan sembari memegang pinggang Diana.
Raiyen Qin: "Kau! Jin tomang! Enak saja mengatai ku lebah! Dia itu milik ku kau Lalat cepat lah pergi!" Ucap Raiyen langsung menarik Rok Diana.
Xuan Dira: "Kau bilang apa jin tomang? Lalat? Aku tak perduli toh Diana tak akan memilih pria kecil hanya setinggi lengan ku!" Ucap nya dengan nada mengolok olok.
Raiyen Qin: "Uwaaaaa.. bibi! Paman ini gala! Cepat putus kan dia! Dia jahat Uwaaaaaaa!" Rengekan Raiyen sembari memukul mukul pasir yang ia duduki.
Diana Morgan: "Sudah sudah jangan menangis ya Mari bermain Air dengan Bibi! Dan kau apa tidak bisa mengalah dengan anak kecil? Apanya bos Mafia Huh!" Ucap nya langsung menggendong Raiyen sembari memarahi Xuan berjalan pergi menuju pesisir pantai.
Xuan Dira: "Anak kecil! Tidak pantas menjadi bos mafia? Huh.. kata kata mu sungguh terngiang ngiang, dan bocah itu!! lihat saja aku akan menarik pipi mu yang gemul itu, biar menjadi lebih besar bagai kan gunung HeHeHeHe."pikiran jahat nya sembari menyeringai.
Raiyen Qin: "Bibi Lihat paman Xuan Dia Gila dari tadi tersenyum sendiri! Dan senyuman nya Wekkkk.. jelek! payah!" Ucap Raiyen sembari membikin Rumah Pasir.
Xuan Dira: "Wahhh..ternyata pemandangan nya bagus juga! Diana kapan kembali katanya akan membawakan es kelapa." Ucap nya berjalan mundur tak sengaja menghancurkan Rumah Pasir buatan Raiyen.
Raiyen Qin: "Ru.. rumah! Ukh.. ukh.. Uwaaaaaaaa.. paman jahat! Huhuhuhu.. rumah Raiyen Uwaaaaaa." Rengekan Raiyen yang sangat menggelegar.
Xuan Dira: "E.. Eh! Mampus! Untung tidak ada Diana! Kalau tidak mati aku! Bo.. bocah, diam ya jangan menangis kalau bibi Mu dengar paman bisa bahayaloh! Lihat ini paman bikin lagi" Ucap Xuan sembari membikin rumah pasir namun malah tambah merusak nya.
Raiyen Qin: "Uwaaaa.. malah tambah jelek! Bibii paman Xuan jahat! Lihat dia menghancurkan Rumah yang Raiyen Bikin!" Ucap Raiyen langsung berlari melihat Diana yang sudah kembali.
Diana Morgan : "Loh? kok Ancur? Xuan! Jelas kan! Kalau tidak kepala mu akan menjadi kelapa! Tenang lah Raiyen kecil Bibi akan menegak kan keadilan!" Ucap nya menatap tajam Xuan.
Xuan Dira: "Bu.. buset! Kepala jadi kelapa, Di.. Diana aku bisa jelaskan! A.. aku tidak sengaja! Sungguh percaya ya." Ucap Xuan yang coba mengelak namun Tangan nya masih berada dalam rumah pasir yang sudah hancur itu.
Raiyen Qin: "Bibi.. Ru.. Rumah, Rumah pasir! Uwaaaaaa paman jahat! Pukul dia." Tangisan Raiyen sembari berguling guling di atas pasir.
Diana Morgan: "Kauuuu!! Kan sudah ku bilang untuk menjaga nya! Kau malah membuat nya nangis? Dan tangan itu mari biar ku ajar kan sopan santun!" Ucap nya langsung mengejar Xuan sembari melempari nya dengan kelapa
Xuan Dira: "Akhhhhhhhh.. selamat kan aku dari guru Bk ini! Menyeramkan! Me.. nye.. ramkannn!" Teriakan nya berlari kebirit b***t menghindari Diana morgan yang sedang kesurupan guru Bk.
Diana Morgan: "Kemarilah! Kau sungguh tak menginginkan Es kelapa yang segar! Kemari ku bilang kemari!" Ucap nya menaikkan kekutan Lari nya.
Raiyen Qin: "Cih Rasakan itu! Sesungguh nya si aku tak peduli dengan rumah pasir! Hahaha.. senang juga melihat paman mirip seperti lalat!" Tertawaan nya sembari melihat Xuan dan Diana berlari di bawah cahaya tenggelam nya matahari.
"Setelah hari itu kami bertiga terus kemari dan bermain dengan gembira aku melihat bibi Diana tersenyum sangat cantik dan paman Xuan yang terus menyambut senyuman nya. ku pikir mereka akan hidup bahagia namun, Entah kenapa Bibi Diana pergi dan menghilang entah kemana, jelang seminggu paman Xuan Dinobat kan menjadi Bos Mafia dan langsung menikah dengan wanita bernama Raiva Dira, Sejak saat itu Aku benci kepada Paman Xuan dan tempat ini. karena selalu mengingat kan ku akan hari yang sangat bahagia dan di penuhi dengan Cinta itu."
Setelah Raiyen menceritakan itu wajah nya seperti membendung Air mata yang sangat ingin ia kuar kan namun tak bisa, "Ya! Aku paham dia adalah Raiyen Qin Ia tak akan pernah menangis! Tapi entah kenapa aku ingin memberikan bahu ku untuk Ia bersandar dan mengeluarkan Semua Air mata yang Ia bendung itu.
Raiyen Qin: "Dan setelah itu aku merasa sendiri! Hahahaha.. Maaf kan aku, aku jadi cerita yang tidak masuk akal! Huft.. Tak sengaja ya sudah menjelang Sore Akhir pekan nya sudah Habis." Ucap Raiyen sembari melihat Matahari yang ingin terbenam.
Lilia LuzQiana: "Raiyen! Aku paham yang kau Alami tapi jangan biarkan kan kesedihan itu membuat mu tenggelam! Dan jangan memendung rasa sakit itu sendiri! Kau kan punya aku! Jadi menangis lah aku akan mendengar nya!" Ucap Lilia Sembari tersenyum.
Raiyen yang mendengar ucapan Lilia sangat Terharu. entah mengapa Air mata nya mengalir dengan sendirinya. Tess!.. tes!. suara Air mata yang terjatuh ke pasir pantai dan diiringi dengan hembusan Angin yang sangat sejuk namun hangat, pemandangan yang indah di ikuti dengan tenggelam nya matahari seakan memberi isyarat setelah Gelap akan datang nya terang.
"Menagis lah! Aku berjanji tidak ada yang melihat mu menangis matahari sekalipun tak melihat nya!" Ucap Lilia menepuk nepuk punggung Raiyen yang sedang menangis di bahu nya.
Raiyen Qin: "Entah Mengapa ucapan nya sangat menghibur hati ku, Ia bagaikan Bulan yang menerangi gelap nya malam! Lilia jangan salah kan aku jika aku tak akan melepaskan mu sampai nafas terakhir ku sekali pun! Kumohon terus lah bersama ku Lilia!" Pikiran Raiyen sembari mengeluarkan Semua kesedihannya di bahu kecil Lilia.