12. Tidak di perdulikan

1815 Kata
Tring.. tringg suara headphone Rara berbunyi. Dewi Rintiani: "Hei! Pemabuk ada pesan tuh ganggu orang Nonton drakor aja!" Ucap Dewi melempar Headphone ke Rara yang sedang menikmati Alcohol di Sofa. Rara Ayundira: "Eh.. Lilia? Ngapain dia minta no Raiyen! Ganjen bangat! Ngga bakal aku kasih!" Ucap Rara yang melihat pesan dari Lilia. Dewi Rintiani: "Sungguh? Hahaha.. apa itu sahabat? Kasih saja, Jika tidak dia pasti akan mencurigai mu, ada pepatah jinakan lah singa agar suatu saat tidak memakan mu." Rara Ayundira: "Cih! Apa boleh buat! Aku harus pergi menemui Raiyen besok!" Ucap Rara memberi nomer Raiyen ke Lilia dengan wajah kesal. Dewi Rintiani: "Ya bagus Rara! Marah dan meledek lah, kau memang bidak catur paling hebat yang bisa ku andalkan!" Pikiran dewi sembari menyeringai. Keesokan pagi Hari nya Rara datang ke kediaman Qin. Rara Ayundira: "Bagai mana pun juga aku harus mengatakan cinta pada Raiyen! Hari ini!" Gerutuan Rara sembari berjalan masuk ke rumah Raiyen. Lion Ziling: "Loh? Rara? Pagi pagi ke sini mau ngapain? Mau lihat aku ya?" Ucap Lion dengan wajah gembira. Rara Ayundira: "Dih.. Kepedean! kak Raiyen mana? Masih tidur ya?" Lion Ziling: "Ngga Tau, baru bangun tidur udah ilang aja tuh bocah, Tanya aja Bibi." Ucap Acuh Lion. Rara Ayundira: "Bilang dong kalo ngga tau, buang buang waktu aja! Dah ah mau nyari Bibi." Ucap nya langsung pergi dengan wajah marah. Lion Ziling: "Cantik tapi mulut nya pedes kek boncabe aja! Huh.. ini nama nya jari tengah!" Ucap nya sembari menunjukan jari tengah nya. Sreng..tuktuktuk.. suara kegaduhan di dapur keluarga Qin. From Qin: "Sanahan apa sih kamu tuh ngeganggu Aja deh!" Ucap nya sembari mendorong suami nya Faton Qin dengan sikut. Faton Qin: "Aku kan cuman penasaran kamu masak apa habis nya dari tadi sibuk masak aku jadi suami cuman di jadiin patung pajangan." Ucap sedih nya yang dari tadi tidak di perdulikan. From Qin: "Heleh! Manja! Udah sanah Ah jangan ganggu biasa nya aja jadi tukang kebun!" Ucap nya mengusir tanpa memperdulikan Suami nya yang ingin di perhatikan. Faton Qin: "Huh.. Ya sudah! Aku marah! Pokok nya malam ini ngga boleh tidur di kamar!" Ucap nya berjalan pergi. From Qin: "Nye.. nye.. nye! Siapa yang rugi jika aku tidak tidur di kamar? Toh masih banyak kamar! Perduli Amat." Ucap nya sembari melanjutkan memasak. Rara Ayundira: "Loh.. loh? Paman kok muka nya begitu? Paman Bibi mana? Rara pengen ketemu bibi." Ucap Rara yang melihat Faton Qin memajang wajah cemberut. Faton Qin: "Jangan perduliin paman, paman udah engga Guna paman di buang! Di suruh jadi tukang kebun! Huuuuuuuuu." Ucap nya langsung berjalan pergi seperti anak TK yang marah ketika tidak di kasih Jajan. Rara Ayundira : "Dih? Siapa yang perduliin paman, orang aku nanya Bibi, juga kan paman emang sering berkebun sampe aku kira tukang kebun! Hahaha.. sudah lah Bibi kaya nya di dapur suara masak nya keras bangat!" Ucap Rara sembari tertawa melihat tingkah laku pamannya. Sreng! Sreng! Syalalala.. Suara masak From Qin sembari bersyahdu." Duarrr.. tiba tiba Rara mengagetkan From Qin yang sedang Asik memasak. From Qin: "E.. Duar E.. Duar! Duh Rara kebiasaan deh ngagetin orang terus! Mau bikim bibi kena serangan jantung ya?" Ucap nya yang kaget sehabis di kagetkan Rara. Rara Ayundira: "Duh Bibi emang Rara sejahat itu apah, Habis nya bibi keasikan masak sampe ngga Tau kalo Rara dateng." Ucap nya sembari tersenyum. From Qin: "Hahaha.. kelihatan bangat ya? Bibi hari ini ingin membuat semua makanan kesukan Raiyen, karena Raiyen hari ini ingin pergi dengan wanita yang bernama Lilia teman pertama Raiyen ketika kecil itu loh." Ucap nya yang tampak heboh. "OH.. jadi begitu! Kenapa Lilia meminta no Raiyen semalam jadi Lilia yang mengajak duluan, Cih! Wanita tak tahu malu aku menyesal pernah menganggap nya sahabat!" Pikiran Rara sembari melamun. Rara Ayundira: "Oh.. yang itu, sekarang kak Raiyen nya masih di rumah atau udah pergi? Hmm.. Soal nya ada yang perlu Rara bicarakan." Raiyen Qin: "Yahh.. Raiyen udah pergi dari jam 6, Hahaha.. semangat sekali dia, begini saja kamu katakan pada Bibi Nanti akan Bibi Sampaikan." "Duh.. masa aku bilang sama bibi kalo aku suka sama Raiyen naterus ngga bolehin Raiyen dekat sama Lilia kan malu!" Pikiran Rara. Rara Ayundira: "Hahaha.. nggak usah deh Bi Rara pulang aja besok kan masuk sekolah nanti Rara katakan besok saja, Rara pamit dulu ya, Oh iya Bi Di kebun Ada kelinci yang sedang marah sebaik nya bibi redam kan dulu! Hahaha.. sampai jumpa Bi!" From Qin: "Huft.. anak itu sungguh manis, tapi bagaimana pun Raiyen Tak akan memaafkan Rara." Pikiran From Qin menatap Rara yang berjalan pergi. Zresssss.. Suara Air mengalir dari bawah jembatan Velivora dan di ikuti dengan Sinar bulan yang sangat indah di malam Hari. Raiyen Qin: "Kau sungguh menyukai Suara Air mengalir ya?" Ucap Raiyen melihat Lilia terus memejamkan matanya menikmati Suasana. Lilia LuzQiana: "Hmmm.. begitulah aku selalu merasa tenang jika mendengar Air mengalir jika kita pejamkan mata suara nya terasa jauh lebih indah." Ucap Lilia dengan senyum kecil di pipi nya. Raiyen Qin: "Benarkah? Apa akan seindah itu? Aku ingin mendengar nya!" Ucap nya langsung menutup mata sembari menyetir mobil." Lilia LuzQiana: "Awas!! Hoss.. hos.. hampir saja ingin ketabrak mobil! Jika ingin mendengar nya jangan sedang mengendarai mobil juga dong!" Ucap Lilia lasung membanting setang mobil mengindari kecelakaan. Raiyen Qin: "Huft.. hampir saja! Kita mengalami kecelakaan seperti sepasang kekasih itu! Tapi ngomong ngomong kau udah ngga takut lagi lewat jembatan Velivora?" Lilia LuzQiana: "Duh! Jangan di ingetin dong, kan jadi inget lagi! Udah ah jangan di omongin. setir tuh yang bener aku masih belum mau mati tau! Aku kan belum nikah!" Ucap sembrono Lilia Sembari menatap keluar jendela mobil. Raiyen Qin: "Kalau begitu nikah lah bersama ku! Mau langsung ke KUA?" Ucap Raiyen menatap Lilia sembari tersenyum. Lilia LuzQiana: "A.. Apa Sih! Kita masih SMA tau aku belum kepikir sampai kesitu!" Ucap gugup Lilia. Raiyen Qin: "Benar kah? Lalu kenapa tadi mengatakan aku ingin menikah? Hah kau itu plin plan!" Gerutuan Raiyen terus memojoki Lilia. Lilia LuzQiana: "Ta.. tapi kan ki.. kita masih SMA I.. itu." Ucap Gugup Lilia dengan wajah merona. Raiyen Qin: "Hahaha.. jangan gugup seperti itu! Aku hanya bercanda, tapi soal aku ingin menikahi mu aku tak bercanda, oh iya mau mampir ke Resto mana kamu kan belum makan." Ucap Raiyen sembari mengelus Kepala Lilia. Lilia LuzQiana: "Pu.. pulang saja aku ngga begitu laper kok! Keruyukkkkkk!!" Tiba tiba perut Lilia mengatakan Tidak. Raiyen Qin: "Wahhh Lilia kau memiliki Ayam jago di perutmu ya? Hahaha.. baiklah, Ayo aku bawa ke tempat makan yang paling enakk! Berangkatttt!" Ucap nya dengan nada ngeledek. "Sialan Nih perut! Pake Demo segala! Tapi emang laper bangat sengaja dari rumah engga makan, supaya bisa ngabisin Duit Raiyen eh malah di bawa ke Pantai! Tapii.. Duhh malu nya sampe nggak mau nafas!" Pikiran Lilia sembari menggigit Bibir nya. Rara Ayundira: "Cih.. Sesibuk itu bersama Lilia sampe engga ngebales pesan ku? Dasar Lilia lihat saja." Ucap Rara langsung menggenggam erat Ponsel nya. Dewi Rintiani: "Kau Sudah Tau kan Raiyen sangat menyukai Lilia makanya Ia mengabaikan mu!" Ucap nya sengaja mengkompor kompori Rara. Rara Ayundira: "Tidak! Aku duluan yang bertemu Raiyen! Jadi aku lah yang berhak mendapat kan cinta nya bukan Lilia!" Ucap tegas Rara. Dikediaman Qin tepat di kebun saat itu Rara berusia 7 tahun dan Raiyen 9 tahun. From Qin : "Raiyen kenal kan ini adalah anak dari Paman Xuan Dira tolong jaga Rara sebentar ya Mama ingin belanja makanan kesukaan kalian dulu." Rara Ayundira: "Ha.. halo Aku Rara semoga kita bisa menjadi teman baik." Ucap Rara sembari menjulurkan tangan nya. Saat itu Entah mengapa Raiyen enggan menyambut tangan ku bahkan Ia langsung pergi dan memasang muka marah nya. Saat itu aku hanya diam dan sulit sekali mengajak nya bicara. "Dan hanya satu orang aneh yang selalu mengajak ku bicara, Dia anak kecil yang Caper!" Lion Ziling: "Ha.. halo! Nama ku Lion! Mau kah kaka cantik ini berteman dengan ku?" Ucap Nya dengan penuh percaya diri. "Aku selalu mengabaikan nya bahkan sama sekali tak menanggapi ucapan nya berbeda sekali dengan Raiyen Ia selalu pergi jika melihat ku. Sampai saat aku tersesat di kebun keluarga Qin. Rara Ayundira: "Huh! Aku Memang salah apa! Rara kan engga pernah membuat nya kesal kenapa dia begitu!" Ucap nya Rara sembari menendang sebuah batu ke sarang Lebah. Nging.. ngingggg Suara Lebah yang keluar dari sarang nya ingin menghampiri Rara. Rara Ayundira: "Mam.. mampus! Gimana nih! Entah kenapa badan ku engga bisa bergerak, siapa pun tolong aku!" Teriakan Rara yang tidak bisa bergerak akibat serangan panik yang mendadak. Tuk.. Drapp.. drap! Suara Raiyen menggenggam tangan Rara dan membawa nya bersembunyi di Gudang. Raiyen Qin: "Apa kau ingin mati? Jika ingin mati cari tempat lain sana jangan di rumah ku! Nanti bisa bisa Ayah dan ibu ku yang di tuduh!" Teriakan Raiyen memaki Rara. Rara Ayundira: "Ta.. tadi, Rara ngga tau kalo ada sarang lebah, engga tau juga kenapa Rara engga bisa bergerak! Huhuhuhu.. Rara takut!" Tangisan Rara sembari mengucek ngucek mata nya. Raiyen Qin: "Sudah lah berhenti menangis! Lihat itu tangan mu di gigit lebah, ini sakit kan? ayo kembali ke rumah dan bicara pada ibu ku minta ibu ku mengobatimu." Ucap Raiyen langsung menarik Rara masuk kerumah. "Entah kenapa Saat itu aku merasa ada seseorang yang memperdulikan ku, sejak saat itu aku mulai sering main untuk diam diam bisa melihat Raiyen. Seiring berjalan nya usia aku sadar bahwa aku mencintai nya bahkan takut kehilangan mu Raiyen." Rara Ayundira: "Pokok nya Raiyen hanya boleh mencintai ku! Dia harus bertanggung jawab!" Ucap tegas Rara. Di depan kediaman Luz pukul jam 9 malam. Raiyen Qin: "Hahaha.. apaan tuh perut! Belum ngabisin kekayaan Qin aja udah segede gentong! Gitu katanya mau ngehabisin dalam satu hari? HAHAHA." Ucap nya sembari tertawa terbahak bahak. Lilia LuzQiana: "Ini gara gara kau tau! Kau mengajak ku makan hanya 2 jam setengah mana mungkin aku bisa menghabis kan uang mu!" Ucap tegas Lilia yang tak mau kalah. Raiyen Qin: "Hahaha.. baiklah aku akan mengajak mu makan Lain kali! Jangan ngambek gitu, sudah Sana masuk cuacs nya lagi dingin loh." Ucap lembut nya sembari mengelus kepala Lilia. Lilia LuzQiana: "Siapa yang mau pergi dengan mu lagi! Aku tidak mau pokoknya engga mau!" Ucap nya langsung memaling kan wajahnya. Raiyen Qin: "Tapi aku masih punya satu permintaan Loh! Jangan lupakan itu ya." Ucap nya sembari tersenyum. Lilia LuzQiana: "Nye.. nye.. nye! Seharus nya aku tidak memberi mu permintaan! Huh!" Gerutuan Lilia tanpa henti. Raiyen Qin: "Hati! Bagaimana dengan berikan hati mu?" Ucap tiba tiba Raiyen Sembari tersenyum. Lilia LuzQiana: "A.. aku masuk dulu! Kau pulang lah ini sudah malam." Ucap Lilia langsung berjalan masuk. Raiyen Qin: "Kalau begitu sampai jumpa besok, semangat lah besok banyak ujian yang menunggu!" Teriakan Raiyen Sembari melambai lambaikan tangan nya. Deg.. deg!" A.. apaan si! Hari ini dia berubah bangat! Apa jangan jangan? Ah masa? udah Ahh bodo amat! Pokok nya aku harus jalan lurus jangan sampai menengok kebelakang! Ngga mau! Geli!" Pikiran Lilia sembari berjalan lurus dan wajah merona 100%.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN