Keesokan Hari nya bertepatan dengan Ulangan kenaikan kelas, saat nya bagi anak kelas 11 SMA menghadapi ulangan dan percobaan Jasmani.
kelas 11 A di kelas Lilia, dimana terjadi nya otak meledak namun tak bersuara.
"Akhhhhhh.. mampus dah kenapa hari ini harus mate' mati 'ka dan Inggris si!" Akhhhhhh.. otak ku sungguh ngga mampu!" Dan Lihat itu Lilia Santai sekali! aku ingin mempunyai otak sejenis itu!" Woii.. Gua butuh Donor Otakkk!" Ucap para Murid yang hampir setengah mati.
Rara Ayundira: "Uwakhhhhh! Mampus gua kan engga ngerti kaya beginian, mau minta tolong Lilia, tapi! Akhhhh bodo ah make jurus jin aja! Tang ting tung cup!" Pikiran Rara yang terlihat kewalahan.
Lilia LuzQiana: "Syalalala.. kenapa hari ini aku merasa senang ya? Engga mungkin kan gara gara chat dari Orang aneh semalam? Akhhhh.. pokok nya enggaa! Eh? Maaf maaf" Pikiran Lilia tak sengaja teriakan nya cukup kuat.
"Eh walah Ternyata Lilia Bisa puyeng juga toh!" Sejenius dia aja bisa puyeng apa lagi kita Otak Ayam!" Hei.. kata ibu ku otak ayam bikin pinter tau!" Terus hasil nya gimana lu jadi pinter? Kalo gua si jadi b**o! Udah lah, ya kali makan otak, terus otak lu jadi nambah!" Ucapan barbar para siswa dan siswi.
36 menit setelah nya dan saat nya penilaian Olahraga yang di liputi dari basket, Voli, dan ber kuda.
Bu Erika: "Jam telah selesai kumpulkan ulangan nya di meja, dan kalian cepat ganti pakaian dan berkumpul di lapangan." Ucap Bu Erika dengan tegas.
Lilia LuzQiana: "Huft.. akhir nya selesai! Loh? Rara mana? Coba cari di loker! Engga ada! Keruang ganti duluan deh! Kok Rara juga ngga ada ya, apa udah duluan? Kelapangan Aja deh." Ucap Lilia yang dari tadi terus mencari Rara dari ujung kulon sampai ujung ngetan.
Rara Ayundira: "Hoss.. hoss.. Engga ada Lilia kan? gila tuh orang udah kaya Rentenir aja! Sampe Cape nih Hati!" Ucap Rara yang dari tadi men coba menghindari Lilia.
Dewi Rintiani: "Engga ada! Hos.. hos.. Lumayan cepet juga tuh orang dimana kita ada dia juga ada, Gilaaa! Udah kaya jin Aja dah!" Ucap Dewi yang dari tadi ikut polisi maling.
Raiyen Qin: "Oh! Jadi Dua orang pengganggu sedang bersengkongkol memusuhi Lilia ya?" Ucap nya tiba tiba berada di belakang Rara dan Dewi.
Dewi Rintiani: "Eh? Ada Raiyen toh, Hahaha.. dateng nggak di undang kalo dateng suka nya ngagetin orang!" Ucap sinis Dewi.
Raiyen Qin: "Kenapa? Apa kalian takut aku tau kalian sedang merencanakan sesuatu?" Ucap Raiyen sembari menyeringai.
Rara Ayundira: "Kak Raiyen? A.. apaan si mana mungkin Rara begitu! Rara cuman lagi main petak umpet aja sama Lilia dan dewi!" Ucap Rara dengan gugup.
Raiyen Qin: "Oh! Kuharap yang kau katakan benar Rara! Kukira kau telah melupakan peringatan ku! Tapi ingat lah aku akan terus memantau mu." Ucap tegas Raiyen berjalan pergi menuju lapangan.
Rara Ayundira: "Cih.. seperduli itukah? Keperdulian mu sendiri yang membuat ku menjadi seperti ini Raiyen!" Gerutuan Rara Sembari mengepal kencang kedua tangannya.
Saat nya bagi penilaian berkuda di mulai, dan masing masing kaka kelas pria akan mencari pasangan nya untuk berkuda bersama sampai Garis Finis. dan bagi para wanita yang tidak mempunyai pasangan mereka akan di hukum untuk berjoget.
"Oke.. Anak anak bapa umum kan kontes penilaian berkuda sudah di mulai. masing masing pria silahkan memilih gadis yang akan kalian ajak berjuang bersama! Maksudnya sampai Garis Finis bukan berjuang cinta, Hahaha.. oke bapa sadar bapa engga lucu. Kalian sudah tau kan peraturannya bagi para peserta maupun wanita atau pria jika kalian tidak mempunyai pasangan akan di hukum berjoget! Kompetisi di mulai dari sekarang silahkan para pria hampiri gadis kalian!" Ucap bapa kepala sekolah pak Munar.
"Akhhhhhhh.. apa mata gua salah liat! Itu bener Raiyen Qin kan?" Eh? Dia ikut kompetisi ini?" iya tumben bangat biasa nya kan ngga ikut palingan dia cuman duduk di tempat kepala sekolah tapi kepala sekolah malah seneng bukan marah!" Lah iya lah siapa yang berani lawan Raiyen!" Dewa di kota shenyang duit aja ampe buat keset!" Kira kira siapa yang dia pilih!" Gua bukan kepedean tapi ke nya gua deh Ahay!" Idih! Sadar! Itu nama nya kepedean!" Nih jari tengah buat lu!" Au lahh.. busik ke Lu mana mungkin di pilih!" Udah Woi udah! Omongan lu pedes ke cabe! Gua udah sadar makasih." Ucap para wanita wanita Fans Raiyen.
Dewi Rintiani: "Ra? Gua kira kayanya Raiyen milih Lilia, Hahaha.. udah lah Ra dari tadi nolak semua cowo mulu, Entar malah ngga kebagian cowo kena hukum Loh."
Rara Ayundira: "Nggak.. Selow Aja Lihat aja Lilia dari tadi di kerubungin Cowo ke gitu mana mungkin Raiyen ikut ngantri dia kan suka jaga Image!" Ucap Rara Sembari Tersenyum kecil melihat Lilia kewalahan memilih pria mana yang Ia jadikan pendamping.
Tukk.. tak.. tuk.. tak Suara Kuda Raiyen berjalan ke Arah Rara.
Rara Ayundira: "Hehehe.. benar kan dia kesini, cowo kaya Kak Raiyen memang lebih memilih barang mahal dari pada barang murah yang di kerubungi Lalat!" Pikiran Lilia Sembari tersenyum manis.
Tuk, tak.. tuk, tak tiba tiba kuda Raiyen berjalan cepat ke Arah Lilia.
Lilia LuzQiana: "Aduhh.. Gimana ya aku ngga bisa memilih jika kalian Ribut! Mohon tenang Ya!" Ucap Lilia namun para pria itu masih ribut dan berteria.
Taps.. Suara kaki Raiyen turun dari kuda nya." Permisi.. aku kira ada buah busuk apa yang sampai di kelilingi para Lalat, ternyata berani berani nya Sekerumunan lalat mengukai Barang Mewah secantik ini! T" Ucap ketus Raiyen sembari menyeringai menatap Lilia.
"Ra.. Raiyen kau memang Dewa Shenyang Na.. namun jika kau ingin Lilia! Kau harus Antri!" Iya benar! Jangan guna kan kekuasaan mu!" Ya itu ngga adil!" Ya! Mari kita bertarung!" Ucap pria pria itu sembari bergetar karena ketakutan.
Raiyen Qin: "Heh! Kalian sungguh ingin bertarung dengan ku? Jika begitu biar ku lihat, berapa nyawa kalian! Apa kah cukup untuk memenuhi Neraka yang masih Luas!" Ucap Raiyen sembari menyeringai menatap tajam para pria.
Setelah perkataan Raiyen para pria itu bisu satu persatu pergi dengan sekujur tubuh nya bergetar hebat dan hanya satu pria yang diam seperti patung.
Raiyen Qin: "Cih.. begitu! ingin melawan ku Hei bocah patung disana kau sudah nyerah kan?" Ucap Raiyen berbicara pada pria yang masih berdiri di sana namun hanya diam dan tak membalas perkataan Raiyen.
Raiyen Qin: "Lah Bisu! Sudah jelaskan Lilia? Di sini hanya ada aku mari kita berjuang bersama menuju garis finis itu!" Ucap Raiyen sembari mengulurkan tangan nya.
Lilia LuzQiana: "Gak.. ngga mau! Disini kan masih ada pria itu! Walaupun dia nyerah aku juga ngga mau sama kamu!" Ucap ketus Lilia.
Raiyen Qin: "Hehehe.. Lilia kau masih ingat pesan ku semalam! Jadi ikut lah dan jangan ngebantah waktu nya tinggal 5 menit loh!" Bisikan Raiyen di dekat Telinga Lilia.
Ketika Raiyen mengucapkan itu Lilia langsung teringat sesuatu kemarin malam. Ngingggggg.. Suara Hair dryer. Lilia sedang mengeringkan Rambut nya selesai mandi.
Lilia LuzQiana: "Huh! Enak nya entah kenapa Cape sekali hari ini padahal kan cumam kepantai dan mendengar cerita Raiyen, Tapi Hari ini cukup menyenang kan Raiyen juga!" Ucap nya sembari tiduran di Atas tempat tidur namun terhenti tiba tiba Telephone Lilia berbunyi." Eh? Ada telpon ya, Halo siapa ya?" Ucap nya langsung mengangkat nomor tidak di kenal itu.
Raiyen Qin: "Woi! Nomer gua Lu blok ya! Buka ngga gua Sampe ganti Nomor nih!" Tiba tiba Teriakan Raiyen yang menggelegar.
Lilia LuzQiana: "Eee.. buset? baru di omongin udah muncul aja! Bodo ah mati in aja!" Ucap nya langsung mematikan telepon.
Tringg!.. tringg.. tringg.. tringgg.. tringg! Suara telpon Lilia yang terus berbunyi.
Lilia LuzQiana: "Gila ni orang nggak ada bosen bosen nya, angkat aja deh! Haloo, Woi! Berisik bangat si! Gua mau tidurr aja ga tenang kalo mau mati gua kirim malaikat maut langsung OTW tau!" Ucap kesal Lilia Setelah mengangkat telepon dari Raiyen.
Raiyen Qin: "Serem bat nih Cewe malaikat di ajak COD." Pikiran Raiyen langsung menjauh kan Telepon nya dari telinga." Ehemmm! Ehemm! Gua mau besok luh jadi pasangan gua berkuda!" Ucap Raiyen dengan Cool.
Lilia LuzQiana: "Dih.. Dih enak aja kalo ngomong, nggak! Mau titik!" Ucap nya dengan tegas.
Raiyen Qin: "Ohh.. gitu ya! Kalo gitu Aku akan menunjukan foto kita bersama kemarin, dan bilang kita berkencan dan pacaran aku akan menyebarkan ke satu sekolah bahkan guru juga!" Ucap Raiyen Sembari mengangkat satu Alisnya.
Lilia LuzQiana: "Duh.. kalo Satu sekolahan tau bakal Rame nih! Dasar Raiyen Rasanya ingin sekali ku santet!" Pikiran Lilia sembari melihat Telepon itu.
Raiyen Qin: "Woi! Dengar ngga? Karna kau tak berbicara aku akan menganggap nya Ya! Kalau begitu sampai jumpa Besok pasangan ku!" Ucap Raiyen tiba tiba mematikan Telepon.
Lilia LuzQiana: "Lah.. lah mati? A.. apa tadi pasangan? Akhhhhhhhhh.. Raiyen! Demi apa pun aku akan menggigit mu nanti!" Ucap nya sembari menendang nendang tempat tidur.
Itulah Sebab nya Lilia tidak bisa konsentrasi saat ulangan dan terpaksa mengikuti kemauan Raiyen Qin.
Raiyen Qin: "Naik lah aku akan menjaga mu Agar tidak jatuh!" Ucap nya sembari menjulurkan Tangan nya dan menaikan Lilia di atas kuda.
Lilia LuzQiana: "Apa kau merasa Aneh dengan pria yang di sana? Dia tidak bergerak atau pun bicara." Ucap Lilia yang melihat pria itu.
Raiyen Qin: "Entah lah, kesurupan malin kundang kali! Woi.. I.. idihh!" Ucap Raiyen kaget melihat celana pria tadi tiba tiba basah kuyup.
"A.. apa tuh? Ucap Lilia melihat celana Pria itu yang basah!" Hahaha.. Kebablasan tuh!" Ucap Raiyen sembari tertawa terbahak bahak." Idih! Ngompol apa dia nggak sadar ya? Tapi itu benar kan basah?" Ucap Lilia semakin mengamati celana pria itu." Dasar m***m mata mu nanti bisa melihat naga kalau terus mengamati seperti itu! Sudah lah ayo pergi!" Ucap Raiyen langsung menutup kedua mata Lilia." A.. apa sih! Siapa yang mau lihat naga di siang bolong!" Pikiran Lilia sembari menggigit bibir bawahnya.
Rara Ayundira: "Dasar iblis dia masing menganggap ku sahabat namun bisa bisa nya menunggangi kuda itu bersama Raiyen!" pikiran Rara yang melihat Raiyen dan Lilia bersama.
Lion Ziling: "Helo Gadis! Apa kau ingin menjadi pasangan ku? Kebetulan sekali kita belum mempunyai pasangan! Kalau kau tidak mempunyai pasangan bisa di hukum loh!" Ucao nya menghampiri Rara.
Rara Ayundira: "Benar juga kalo aku nggak punya pasangan akan di hukum! Dan harus terpaksa menerima dia! Semua ini karna mu Lilia! Seharus nya aku yang bersama Raiyen!" Pikiran Rara sembari menaiki kuda Lion.
"Okeee.. Anak anak kalian sudah mendapat kan semua pendamping kalian kompetisi nya akam di mulai dalam hitungan 10, 9 ,8 , 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1." ucap pak Munar.
Drappp.. Drapp.. Drap. Suara kerumunan kuda yang berlari
Lilia LuzQiana: "Hmmm.. Kalau sedekat ini dengan Dia? Nafas nya terasa sekali, dan selalu berhembus di dekat telinga ku Rasa Hangat! A.. apa sih? Kok jadi mikir aneh aneh! Lilia! Lilia! Sadar!" Pikiran Lilia yang Traveling sampai membuat semua wajah nya memerah.
Raiyen Qin: "Kita tidak perlu menang kan?" Ucap nya yang sengaja berjalan lama agar terus bisa berdekatan dengan Lilia." Eh.. Lilia wajah mu merah sekali! pasti karna panas Ya? Kalau begitu Aku harus cepat!" Ucap khawatir nya bergegas dan melaju cepat.