14. Acara Kemah

1770 Kata
Drappp.. Drapp.. Drap Suara kuda Raiyen dan Lilia melajut sangat Cepat Dan melewati Garis Finis. Tes.. tes.. tes suara keringat yang terjatuh dari wajah Raiyen." Kita Menang putri ini semua karna kau, kita tidak akan bisa menang tanpa mu! Mari putri pegang tangan ku Agar kau turun dengan selamat!" pikiran yang Lilia Lihat saat Raiyen mengulurkan tangannya. Raiyen Qin: Realita" Woi! Wajah ku begitu tampan kah? Sampai Menatap nya begitu serius?" Ucap Raiyen yang sebenarnya. Lilia LuzQiana: "Huh.. dasar Pede! aku cuman melihat wajah mu ketika keringatan jelek sekali make up mu luntur tau!" Ucap Lilia turun dari kuda sendiri tanpa pegangan Raiyen." Tadi aku Lihat apa sih! Hmmm.. tapi Raiyen cukup tampan juga!" Pikiran Lilia. "Hahaha.. pemenang nya Adalah Raiyen dan Lilia, bapak pikir tadi ada pangeran dan putri habis kalian benar benar serasi seperti sepasang kekasih, dan Raiyen bapak kira kamu tak bisa berkuda karena jarang sekali mengikuti kompetisi ini." Ucap pak munar. Raiyen Qin: "Begitu ya, Tentu saja aku harus menang agar membuat kekasih ku bahagia." Ucap Raiyen melirik Lilia. Lilia LuzQiana: "PEN.. DAM.. PING! Bukan kah begitu pak munar? Sepertinya bapak lupa dengan susunanya Hehehe!" Ucap ketus Lilia melihat Raiyen sembari menggertak kan gigi nya. "HaHa.. Lilia memang eggak bisa di ajak bercanda Ya? Oh iya semua nilai kalian, sudah di lihat oleh para juri nilai kalian akan di masukan kedalam Rapot dan karna bapak senang melihat kemampuan berkuda kalian semua, sebagai hadia bapak akan mengadakan perkemahan di Pegunungan Senja secara gratis bapa yang akan bayar.  tapi hanya untuk satu malam besok, bapak nggak pelit loh ya, Hehehe..  kalian akan berangkat jam 8 pagi. dan silahkan bawa barang yang kalian butuh kan saja! Baiklah sampai jumpa besok." Ucap pak munar dengan lantang. "Iya nggak pelit cuman medit!" Heh lu nggak tau si Pak munar Kalo duit nya abis, istri nya Ngecetom Bae Gua aja tetangga nya Ampe bosen dengerin." Udah si masih mending di bayarin." Au luh kasian Entar Amal dikit nya Pak munar jadi nggak berkah." Iya ya.. iya juga udahan Ah udah dikit nggak berkah kan kasian." Ucap Para murid kaga ada Ahlak. Raiyen Qin: "Lilia! Apa aku sejelek itu ya sampai kau tak mau menganggap ku kekasih?" Ucap Raiyen memegang tangan Lilia dengan wajah sedih nya. Lilia LuzQiana: "Toh memang bukan kekasih! Lepaskan Huh!" Ucap Lilia menepas pegangan Raiyen dan berjalan pergi. Rara Ayundira: "Ini semua salah mu tau! Kalau kau lebih cepat kita bisa menang! Dasar tidak berguna!" Ucap nya memaki Lion berjalan pergi dengan wajah Marah. Lion Ziling: "Hehehe! Ini yang kudapat kan setelah membantu mu untuk tidak di hukum? Aku sampai rela melepas Shanti demi kau! Dasar tidak tau terimakasih!" Pikiran Lion. Lilia LuzQiana: "Tadi aku melihat Rara dia dimana ya? I.. itu dia!" Ucap nya langsung menarik tangan Rara namun Rara menepas nya dengan kuat." Aww! Ra.. Rara?" Ucap nya dengan wajah bingung menatap Rara. Rara Ayundira: "Aku lagi kesal! Dan tambah kesal karna melihat wajah nya!" Pikiran Rara menatap Lilia sembari menyerengit kan Alisnya." Ah.. Lilia maaf aku reflek tadi maaf ya aku harus segera pulang!" Ucap nya bergegas pergi. Lilia LuzQiana: "Rara kenapa Ya? Seperti nya sedang ada yang mengganggu pikiranya, sudah lah nanti saja aku tanyakan. seperti nya Ia sedang terburu buru." Di kediaman keluarga Luz malam hari di kamar Lilia terjadi kehebohan. Vivia Luz: "Aduh sayang! Kamu tuh harus bawa selimut kalo kamu kedingin gimana? obat nyamuk juga, ini! Juga, ini juga! Ah iya buah buahan! Apa lagi? Penggorengan! Kamu kan harus menghangat kan Kornet nanti!" Ucap heboh ibu Lilia sembari memasukan semua barang ke dalam tas Lilia sampai penuh. Luziang: "Sayang kamu lupa membawakan sepatu ganti, sendal, senter, jas ujan, dan yah jangan lupa bawakan gas pasti nanti susah kalo nyari kayu!" Ucap Ayah Lilia dengan heboh. Lilia Luz: "Ayah ibu Setop! aku nggak membutuhkan semua ini! aku hanya menginap satu malam, Jadi jangan lebay! keluar ayoo cepatt keluar!" Ucap nya menarik ibu dan Ayah nya keluar dari kamar dan menutup pintu. "Huhuhu.. seperti nya kita sudah tidak di butuh kan!" Ucap ibu Lilia dengan Wajah sedih!" Huhuhu.. bagaimana pun kita kan hanya khawatir tapi Ehemm.. senang nya anak kita sudah besar!" Ucap Ayah Lilia sembari memeluk pintu kamar Lilia." Sudah lah Ayo turun kita harus menyambut tamu nanti." Ucap Vivia Luz menarik Luziang yang sedang menemplok di pintu. Lilia LuzQiana: "Huft! Melelahkan Eh? kaki itu? Loveta cepat keluar atau ku tarik kakimu." Ucap nya tiba tiba melihat kaki di bawah tempat tidur. Loveta Luz: "Ahhhh.. kaka aku hanya ingin melihat kaka Rapih rapih barang untuk kemah, Loveta kan nggak pernah pergi, Boleh ya? Boleh ya?" Ucap heboh nya mengelilingi Lilia. Lilia LuzQiana: "Setoppp! Itu kan salah mu sendiri selalu tidak mau ikut kemah! Makanya nilai pramuka mu jelek! Sudah lah jangan mengganggu kaka cepat keluar!" Ucap nya langsung membuka pintu kamarnya. Sementara itu di kediaman Qin tepat di ruang keluarga terjadi perang bisu. Raiyen Qin: "Hei! Apa kau tau mengapa Ayah dan ibu ku perang bisu seperti itu?" Ucap nya berbisik di telinga Lion. Lion Ziling: "Entah lah mana aku tau! Mereka sudah begitu dari kemarin, bahkan sampai pisang ranjang!" Ucap Lion dengan pelan. Raiyen Qin: "Wuahhhh.. pisang Ranjan! Kasiann nya Ayah ku pasti puasa tuh! Aku harus menyatukan nya kembali!" Pikiran Raiyen Menatap serius kedua orang tuanya yang sedang menonton Televisi. "HAHAHA.. Ayah dan ibu ku yang Raiyen Sayangi mau mencoba Bolu ini tidak? Hehe.. walaupun bukan buatan Raiyen." Tidak! Tidak usah perdulikan Ayah! Ayah tidak butuh di perdulikan!" Ucap Faton Qin yang sedang ngambek." Ahh.. begitu ya, kalau ibu bagaimana? Mau mencoba?" Ucap Raiyen menyodongkan Bolu itu." Enggak! Diam saja seperti dia ibu tidak akan peduli!" Ucap from Qin yang ikut ikutan marah. Luziang: "Diam? Aku tidak diam! Aku hanya sedang puasa bicara terutama pada Nyonya From Qin yang Tidak mengurusi Suami nya!" From Qin: "Hei! Tuan Qin yang terhormat untuk apa aku mengurusi suami yang suka bermain dengan kebun dari pada istrinya!" "Ta.. tapi kan!" Apa? Apaa!" Ta.. ta.. tapi!" Apaaaa! Emang bener urusin aja tuh kebun!" Yaudah kalo gitu aku nggak mau makan!" Nyenyenye.. malah enak nggak usah masak." Pertengkaran Suami istri Gaje yang tidak sadar di sana terdapat dua pria perjaka. Raiyen Qin: "Huft sudah lah Aku tau masalah nya! Nanti juga Akur sendirinya! Gembok sama kunci gituh mana bisa pisah lama lama!" Ucap Raiyen berjalan menuju kamarnya. Lilia LuzQiana: "Huft.. memang paling enak! Berbaring di kasurku!" Ucapnya tiba tiba mendapat telepon dari Raiyen." HEH? Buat apa nih Orang telpon? Halo, Apaan." Ucap Tengil Lilia. Raiyen Qin: "Biasa aja kali! Kirain no gua lu blok lagi! Gua juga mau bilang besok berangkat bareng jam 7 harus siap gua tunggu! Kalo ngga Foto akan menyebar, Bey!" Ucap nya langsung mematikan Telepon. Lilia LuzQiana: "Lah? Lah? Mati? Setan!! Akhhhhhh.. sebenernya kapan si tuh orang ngambil Foto! Kalo kaya gini kaya ayam di kandangin!" Ucap kesal Lilia sembari memukul mukul kasur. Kalau kasur bisa bicara, Gua lagi yang di gebukin. Raiyen Qin: "Hahaha.. pasti dia lagi marah marah, Hahh.. padahal mau bicara lama tapi pasti dia bakal marah marah! Nggak sabar besok!" Ucap Raiyen sembari melihat Langit langit kamarnya. Keesokan hari nya Raiyen menjemput Lilia dan bersama sama menuju tempat berkemah. Raiyen Qin: "Nggak usah tegang gitu kali! Kita akan turun di tempat parkir ini!" Ucap nya yang melihat Lilia sangat cemas karena takut ketahuan berangkat bareng Raiyen. Lilia LuzQiana: "Ini gara gara mu tau! kenapa sih harus berangkat bareng!" Teriakan Lilia yang menggelegar. Raiyen Qin: "Untuk membuatku bersemangat!" Ucap nya yang membuat Lilia tersenggang." Semangat mengerjaimu! Apa kau tau wajah mu ketika sedang marah? Pipi mu akan mengembang seperti parasut!" Ucap nya langsung menunjuk kan wajah itu dengan wajah nya. Lilia LuzQiana: "Huh! Bodo ah nggak mau Tanggepin! Tapii apa sebesar itu ya? Huh.. aku mau diett!" Pikiran Lilia sembari mengaca di sepion mobil. Raiyen pun yang melihat Lilia sedang melihat wajahnya di sepion mobil dan menoel noel pipi nya yang tampak gembul itu, Raiyen pun tersenyum." Lucu nyaa!" Raiyen Qin: "Nah! Sudah kan aku sudah Nepatin janji loh!" Ucap nya sesampai di tempat parkir namun Lilia sudah pergi tanpa bersuara." Lah? Gesit juga tuh cewe!" Lilia LuzQiana: "Akhhhhhhhh.. Hos.. hos dengusan Lilia sehabis berlari gas pol." Akhir nya sampe juga!" Ucap nya sesampai di tempat kemah. Bu Erika: "Loh Nona Lilia? Kapan dateng nya? perasaan ibu tidak melihat Mu datang?" Ucap nya yang dari tadi menunggu di depan Tempat kemah untuk menyambut Lilia. Lilia LuzQiana: "Ah! Ibu, Lilia dateng kok tadi, Ya masa Lilia kesini make karpet terbang! Hehehe.. udah ya bu Lilia harus beres beres, permisih bu!" Ucap Lilia Langsung kabur tanpa menoleh. Bu Erika: "Kapan dateng nya perasaan aku udah nungguin dari jam 6 pagi! Huhuhu.. percuma dong nungguin! Huft.. Mau cari muka gini amat ya!" Lion Ziling: "Ini dia Raiyen! Kemana aja Lu perasaan lu yang berangkat duluan kok gua yang nyampe duluan?" Ucap nya dengan tatapan Curiga. Raiyen Qin: "Minggir! Udah lu siapin belum tuh Tenda? Gua cape nih mau rebahan." Ucap Cuek Raiyen yang baru datang tapi sudah Capek. Lion Ziling: "Dih! Jangan tidur dulu kebo! Kita dengerin dulu susunan yang di katakan pak Munar!" Ucap nya menarik tas Raiyen. "Tes! Tes! 1 2 3 tes halo 1 2 3 halo!." Ucap pak munar yang sedang mengecek Mic." Haloo pak!! Udah kedengeran nggak usah di cek lagi pegel nih kuping!" Kita juga udah kumpul nih Rame sampe se jagat!" Ya! Bapak aja yang telat!" Huuuuu.. suruh murid berangkat cepet bapak sendiri telat! Huuuuu." perotesan Para siswa dan siswi. " Hehehehe.. Maaf maaf galak banget, langsung saja ya susunan pertamanya, kita akan Makan bersama saat jam 7 malam dan ini dia Misi dan tugas kalian, bapak akan membagi kalian menjadi beberapa tim di antara kalian yang mendapat bendera putih paling banyak tim mereka akan menang batas waktu nya sampai jam 10 malam bisa di bilang ini tes keberanian!" Ucap tegas pak munar. "Waduh! Malam lagi!" Ini si bisa bisa ketemu bibi kunti!" Bukan lah itu si babang Bungkus, ciri ciri nya di bungkus tapi engga manis!" Apaan dih emang ada?" Ada lah sibabang Pocong kan di bungkus tapi enggak manis!" Itu si iya! kalo manis mah angker!" Emang Udah Angker! Dasar anak Udinn.. udinn." Ucap para siswa dan siswi. Setelah itu bu Erika langsung membagi beberapa kelompok, kelompok Lilia terdiri dari Shinta, Evan , Dewi dan Fatir. Kelompok Raiyen terdiri dari Lion, Rara, Devi, Ratna. Dan setelah itu pembagian untuk muris murid yang lain nya. Dan Acara makan makan pun sudah selesai saat nya Kompetisi uji nyali di mulai. Rara Ayundira: "Heh! Akhir nya aku satu tim sama Kak Raiyen! Hihihi.. kasihan Lilia siapa yang akan menolong mu nanti!" Pikiran Rara tersenyum kecil melihat Lilia.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN