15. Kompetisi Uji nyali

1754 Kata
Kemarin malam Di kediaman Rara. Dewi Rintiani: "Hahaha.. Lihat semua hewan ini! Aku yakin wanita penakut seperti Lilia Akan sangat ketakutan." Ucap nya yang sudah menyiapkan Hewan berupa Ular, kecoa, kodok untuk menaku nakuti Lilia. Rara Ayundira: "Woah.. kau sendiri yang menyiap kan ini? Lalu bagaimana soal pembagian kelompok sudah beres?" Ucap serius nya sembari melihat hewan hewan itu. Dewi Rintiani: "Apa kau meragu kan ku? Tenang saja aku sudah mengatur mu satu tim dengan Raiyen, dan Lilia Dia bersama 4 orang penakut lain nya." Ucap Licik Dewi yang telah mengubah pembagian kelompok. Itu lah akal licik Dewi dan Rara untuk menakut nakuti Lilia mereka mulai dari memasukan Kecoa di tenda Lilia namun. "Dasar kecoa! Makan ini! Makan ini!" Ucap Lilia sembari menginjak injak kecoa itu. Rara dan dewi pun tak menyerah mereka mencoba memasukan kodok namun." Lilia! Lilia! Di.. di tenda mu! A.. ada kodok! Bu.. buanyak!" Ucap Shanti yang masuk ke tenda Lilia untuk mengambil senter. Namun Lilia tak takut sama sekali Ia malah membuang kodok kodok itu dengan tangan nya. Raiyem Qin: "Ko.. kodok! Itu kodok! Ehemm.. Sepertinya Lilia Bisa sendiri aku tak perlu membantu!" Pikiran nya yang kaget melihat Lilia santai memegang kodok dengan tangannya. Rara Ayundira: "Akhhhh.. mengapa Lilia tidak takut! Dewi apa kau sudah memasukan Ular itu kedalam tas Lilia?" Ucap Rara dengan nada kesalnya. Dewi Rintiani: "Sudah! Tenang saja! kali ini pasti kita berhasil! Itu Ular yang sangat beracun! Kita doa kan saja Ia di gigit dan mati!" Ucap Dewi sembari menyeringai. "Anak anak yang pemberani! Mari kita mulai Acara nya silahkan kalian mengikuti peta itu! Waktu kalian sampai jam 10 siapa yang paling cepat dan paling banyak mendapat kan bendera putih Ia pemenangnya!" Ucap pak munar. "Akhhhhhhhh.. U.. ular! To.. tolong!" Ucap Shinta yang melihat di dalam tas nya terdapat ular kobra."Shinta saat itu tidak bisa bergerak karena Ular berada sangat dekat dengannya, Semua pun yang melihat itu sangat panik." Shinta! Jangan bergerak! Ular itu akan menggigit mu! Ibu akan mencarikan bantuan." Ucap Bu Erika. Lilia yang melihat Shinta dalam bahaya Ia ingin membantu nya namun di halangi dengan Raiyen." Huhuhu.. A.. aku takut! To.. tolong!" Ucap gemetar shinta. Rara Ayundira: "Itu kan Ular itu! Kenapa bisa di tas Shinta? Dasar Dewi! Memang bodoh" Pikiran Rara sembari menggertakan gigi nya. Lilia LuzQiana: "Aku tak bisa membiarkan Shinta dalam bahaya!" Ucap nya langsung melepas pegangan Raiyen! Dam menghampiri Shinta. Raiyen Qin: "Lilia! Kembalilah! Itu sangat bahaya!" Ucap nya sembari berteriak. Lilia LuzQiana: "Mana bisa aku membiarkan teman ku dalam bahaya sementara aku hanya melihat nya! Shinta tenang lah ikuti Aba.. aba ku!" Ucap Lilia sembari memegang Kayu. "Lilia ku mohon jangan! nanti kau bisa digigit!" Ucap shinta." Dengar! Jika aku menyuruh mu Lari kau harus lari!" Ucap tegas Lilia." Sssssss.. Sssssss suara Dari Ular kobra itu yang melihat Lilia mendekati nya." Shinta Lari!" Ucap tegas Lilia langsung mendorong Ular itu dengan kayu!" Ouch!! Tak sengaja Tangan Lilia ter kena goresan dari taring Kobra itu. Raiyen Qin: "Lilia!! Darah! Kau harus di obati kau di gigit! Kalian cepat panggil kan dokter!" Ucap panik Raiyen sembari memegang tangan Lilia. Lilia LuzQiana: "Tak usah! Ini hanya tergores! Aku baik baik saja!" Ucap tegas Lilia. Shinta: "Lilia A.. aku sungguh berterimakasih! Bila tidak ada kau mungkin ular itu sudah menggigit ku!" Ucap nya sembari memeluk Lilia. 10 menit setelah nya, para bantuan sudah menangkap Ular itu dan sudah mengaman kan kondisi sekitar. Dan saat nya kompetisi di mulai, semua kelompok sudah berpencar mengikuti Peta itu. Lilia LuzQiana: "Kita sudah mendapat kan 4 bendera, peta ini menunjuk kan ke Arah sana mungkin hanya tinggal 3 putaran lagi, kalian boleh istirahat." Ucap Lilia sebagai ketua Kelompok. Dewi Rintiani: "Lilia! Tolong aku kalung pemberian ibu ku terjatuh di semak semak sana! Aku tak bisa hidup jika tidak ada kalung itu!" Ucap nya memegang tangan Lilia. Lilia LuzQiana: "Dimana? Ayo tunjukan jalan nya, aku akan membantu mu!" Ucap nya mengikuti Dewi. "Ah! Itu disana! Ucap Dewi menunjuk ke Arah semak semak." Apa di sini?" Ucap Lilia." Bukan Disana lagi! Lurus saja nanti kau akan ketemu Pohon besar! Dan Lurus saja di situ ada semak semak!" Ucap Dewi yang sengaja mau menyasar kan Lilia. Dewi Rintiani: "Huh.. dasar! Bodoh, terjadang aku meragukan mu, kau itu sebenar nya jenius atau tidak? Cih sudah lah kembali saja banyak nyamuk!" Ucap nya bergegas pergi. Lilia LuzQiana: "Pohon Besar ini dia! Lurus.. dan ada semak semak! Eh? Mana semak semak nya? Dewi, apa kau yakin di sini? Loh? Dewi mana? Dan I.. ini? Aku dimana? Apa aku tersesat!" Ucap nya kaget nya setelah melihat dimana Ia berada. Sementara itu Di kelompok Raiyen. Raiyen Qin: "Apa kau bisa, tidak memegang tangan ku?" Ucap ketus Raiyen yang Risih karena Rara terus memegang Tangan nya. Rara Ayundira: "A.. aku takut! Siapa tahu aja di sini ada sarang lebah lagi! Tapi untung saja aku bersama kak Raiyen." Ucap nya sembari tersenyum. Raiyen Qin: "Cih minggir Sana! Dikit lagi kita sudah keluar dari hutan!" Ucap nya menetap tangan Rara." Bagaimana dengan Lilia apa dia baik baik saja? Walaupun dia pemberani, tapi aku tetap khawatir!" Pikirannya yang sangat mengkhawatir kan Lilia. Sementara itu dikelompok Lilia mereka sudah menunggu hampir Setengah jam namun Lilia tak Kembali mereka pun khawatir dan bergegas Ke kembali ke tempat kemah. Raiyen Qin: "Ini sudah hampir setengah jam kemana Lilia? Semoga tidak ada yang Aneh aneh!" Ucap nya melihat pintu Final itu. Drap.. drap.. drapp suara Kelompok Lilia berlari dengan cepat, namun disana hanya Dewi, Shinta, evan dan Fatir saja. Shinta: "Hoss.. hos! Bu Erika! Li.. Lilia!" Ucap nya sembari ter engah engah." Mana Lilia? Ada apa dengan nya!" Ucap nya langsung menjawab Shinta." Lilia Menghilang! Saat itu kami sedang istirahat sebentar dan entah kenapa Lilia pergi dan tak kembali! Kami sudah mencari nya namun tak ketemu!" Ucap Shinta dengan nada khawatir. Raiyen Qin: "A.. apa? Lilia Hilang! Apa ini tugas kalian sebagai kelompok nya!dasar Bodoh! A.. aku harus mencari nya!" Ucap nya meneriaki Shinta Evan Dewi dan Fatir. Rara Ayundira: "Tunggu kak Raiyen! Ini sudah hampir Jam 11 lebih baik kita mencari nya besok bisa saja hewan buas muncul!" Ucap nya menghalangi Raiyen. Raiyen Qin: "Minggir! Aku akan membunuh jika Lilia terluka Sedikitpun!" Ucap nya menatap tajam Rara sembari berlari ke dalam Hutan." Kumohon! Semoga kau baik baik saja!" Rara Ayundira: "Kau bodoh! Mengapa kau memutus kan itu sendiri! Lihat kak Raiyen sedang menari nya! Jika kak Raiyen di serang binatang Luas kau akan kucincang!" Ucap nya memarahi Dewi. Dewi Rintiani: "Sttttttt.. jika orang lain mendengar nya giaman! Tenang saja, apa kau kita tak bisa melewatkan kesempatan ini, Lilia baru saja tergores taring Ular kobra itu! Dan mungkin saja Ia akan terkena Racun di dalam hutan dan mati mengholang seperti di telan bumi!" Ucap nya membisiki Rara. Lion Ziling: "Jadi.. mereka yang berbuat ini! Rara.. Apa kah kau harus seperti ini untuk mendapat kan Raiyen yang sama sekali tidak mencintai mu!" Pikiran Lion yang mendengar percakapan Rara dan Dewi. Lilia LuzQiana: "Hah.. aku harus kemana, tas! Mengapa aku meninggal kan tas ku! Akhhhhhhh.." Teriakan nya yang bergema di tengah tengah Hutan." Eh? Kenapa? Aduh kepala ku pusing sekali! Brukkk." Suara Lilia Yang terjatuh dan pingsan. Raiyen Qin: "Ini.. tas Lilia!" Akhhhhhhh.. gemaan suara teriakan Lilia." I.. itu? Suara Lilia! Dia di sana!" Ucap nya yang mendengar teriakan Lilia langsung mencari sumber Suara tersebut. Lilia yang sedang pingsan itu, tiba tiba bermimpi hari dimana Iamenyelamatkan Seorang pria kecil di festival." A.. apa aku akan mati di Sini? Apa ajal ku sudah mendekat? Biasa nya orang yang mau mati akan mengingat kenangan hari dimana Ia sangat bahagia, A.. aku ingin bertemu anak itu kembali. Drappp.. drapp.. drap tiba tiba terdengar suara Langkah kaki Yang mendekat. Raiyen Qin: "Li.. Lilia! Bangun! Gawat! wajah nya pucat sekali! Apa Racun itu mulai bereaksi? Aku harus menyedot nya!" Ucap nya memapah Lilia di pangkuan nya dan mulai mengisap Racun yang ada di tangan Lilia dengan mulut nya. "Hmmmmm.. suara kesakitan Lilia." Sakit ya? Tahan sebentar aku akan menyelamatkan mu!" Ucap Raiyen, Setelah Itu Raiyen Memapah Lilia yang sedang pingsan membawanya kembali ke perkemahan. Bu Erika: "Gimana ini! Apa yang harus ku katakan pada Tuan Luz jika Lilia dalam bahaya!" Ucap khawatir Nya. Rara Ayundira: "Kenapa kak Raiyen Belum datang juga! Lilia memang dasar menyusahkan!" "Gimana Ehh, Lilia sama Raiyen belum balik balik juga!" Udah si ngapain ikut khawatir Sodara lu ge bukan!" Au repot amat lu udah kaya emak emak Ngambil Rapot!" Ngapain lu pada mikir, lah Bayangin Cowo sama cewe lagi di hutan malam malam sepi lagi! Ya pasti lah nganu!" Iya juga ya!" Ehhhhhhhhhh!! jangan traveling!" Siapa si yang traveling!" Itu otak lu!" Itu Dia! Raiyen dan Lilia." Ucap heboh para siswa dan Siswi. Raiyen Qin: "Pak, Saya temukan Lilia pingsang di tengah hutan, mungkin ini karena goresan Taring ular tadi, jadi saya minta Izin untuk mengantarkan Lilia pulang." Ucap Raiyen berbicara dengan pak Munar. Pak Munar: "Ya sudah, bapak serahkan padamu! Dan tolong titip permintaan maaf pada Tuan dan Nyonya Luz!" Ucap pak munar. Dewi Rintiani: "Masih hidup juga? Nyawa nya ada berapa si tuh orang! Seharusnya Gua kasih makan aja langsung ke serigala! Hah.. bodoh." Pikirannya yang melihat Lilia di selamatkan Raiyen. Setelah itu Raiyen mengantarkan Lilia ke rumah nya, dan Keluarga Lilia langsung membawa Lilia ke rumah sakit. Selama beberapa hari Lilia masih tak sadarkan diri. jelang seminggu Lilia sadar dan Izin untuk tidak mengikuti pelajaraan beberapa Hari kemudian Lilia sembuh dan pulang ke rumah nya. Raiyen pun yang mendengar kabar itu langsung kekediaman keluarga Luz. Lion Ziling: "Ehem! Kalo emang kangen jengukin aja si sonoh pake melamun segala, Lilia sudah di rumah nya loh." Ucap nya yang melihat Raiyen melamun menatapi keluar gerbang rumah nya. Raiyen Qin: "Iya juga!" Ucap semangat nya langsung berdiri." Hmm.. Akhhhhhhhhhh! Tapi bagaimana jika orang tua nya Lilia mengira aku pacar nya Lilia? Itu kan cukup Aneh jika seorang laki laki menjenguk wanita padahal hanya teman! Ukhh.. maluu." Ucap nya duduk kembali. Lion Ziling: "Yasudah taruh saja Rasa malu mu dulu, dan pergi kesana tanpa rasa malu! Bagus kan?" Saran bodoh nya. Raiyen Qin: "Ide bagus! Ini aku titipkan padamu, jaga baik baik jangan sampai hilang! Hahha.. lega nya akhirnya aku bisa bertemu Lilia." Ucap nya langsung lari menaiki mobil. Lion Ziling: "Hihihi.. dasar Raiyen bodoh apa yang Ia berikan ini hanya angin! Dia hanya butuh di yakinkan saja, mungkin ini yang bisa ku lakukan untuk mu." Lilia LuzQiana: "Huft.. bosen banget! Untung udah keluar dari penjara itu!" Ucap kesal Lilia saat masih di rawat di rumah Sakit Ia mencoba beberapa kali kabur namun selalu tertangkap.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN