16. Kabur Itu percuma

1447 Kata
Saat di Rumah Sakit Lilia sangat bosan dan mencoba beberapa kali kabur namun selalu tertangkap. "Nona Lilia butuh 3 hari lagi di Rawat untuk memastikan bahwa tidak ada racun lagi dalam tubuh nya." Ucap Dokter yang merawat Lilia." Ahh.. tak apa, jika itu untuk kesembuhan anak Saya." Ucap Vivia Luz." A.. APA! Enggak! Aku enggak mau di sini." Pikiran Lilia yang mendengar percakapan Dokter dan Ibu nya, keesokan harinya. Lilia LuzQiana: " HEHEHE.. aku akhir nya bisa bebas! Sedikit lagi! Sedikit lagi!" Ucap Lilia yang sedang berlari ke Luar pintu rumah sakit. "Gawat! Nona Lilia tidak ada di dalam kamar!" Ayoo semua nya memencar!" I.. itu! Di pintu!" Ucap para perawat yang berhasil menangkap Lilia." Tidakk.. tidakk.. sedikit! Sedikit lagi!" Rengekannya sembari di tarik para perawat dan berhasil memasukan Lilia ke dalam kamar, hari kedua." Hihihi.. aku akan pura pura berjalan jalan di taman lalu mengelabui perawat itu dan keluar lewat gerbang itu! Rencana bagus!" Pikiran Lilia dan Ia pun mulai beraksi saat perawaat itu mengambil kan minum, namun tak di sangka perawat lain nya sudah menjaga di depan Gerbang." No Enoo! Akhhhhhhh... bebas! Bebaskan! Aku dari kandang Ayam iniiiiii!" Teriakan Lilia sembari di Angkat para Perawat. Dan hari ketiga pun datang Lilia sudah menyusun Rencananya dengan matang. "Aku akan melewati jendela itu dan lompat ke kamar sebelah lalu keluar dari kamar sebelah turun menuruni tangga saja agar tidak ketahuan, Hahahahah.. aku bebass.. Yuhuuuuu Bebasss Alam.. aku cinta alam HAHAHA." Tertawaan Lilia sembari berlari keluar pintu Rumah sakit namun." Lilia? Kamu kenapa." Ucap Vivia Luz Ibu Lilia yang melihat Lilia keluar dari pintu rumah sakit tertawa tawa." Tidakk! Jangan tangkap aku! Aku tak mau di kurung lagi! Aku Sudah sembuh! Lihat.. lihat." Ucap Lilia sembari Loncat loncat. "Hahahaha.. Kami memang Rencana memulangkan mu Nona, ini kan sudah Saat nya Nona Lilia pulang!" Ucap Dokter itu sembari tertawa." Di perboleh kan pulang? HA.. HA jadi aku kabur tadi sia sia? HaHaHaHa. Brakk!" Ucap nya sembari tertawa Aneh langsung masuk mobil. Semua yang melihat Lilia langsung Loading 3 menit." Hahaha.. kaka mu Lucu sekali." Ucap salah satu perawat Lilia." Maaf dia bukan Kaka ku, sepertinya kau salah orang." Ucap Loveta yang tidak ingin mengakui Kaka nya namun masuk satu mobil bersama Lilia. Lilia LuzQiana."Huft.. saat itu bosen sekali! Aku penasaran, Saat Itu siapa yang menolong ku? aku hanya bisa merasakan hembusan nafas nya di dekat tangan ku!" Ucap Lilia sembari melamun. Bibi Ani: "Nona Lilia? Nona Lilia? Ucap nya memanggil Lilia namun Lilia tidak mendengar nya." NONA LILIAAA." Tiba tiba berteriak. Lilia LuzQiana: "Ayam Ayam! Duh bibi kenapa harus teriak si Lilia kaget tau." Ucap nya yang latah itu. Bib Ani: "Abis nya Nona melamun, pasti Nona sangat menderita di rumah sakit, sampai melamun seperti ini." Ucap khawatirnya Lilia LuzQiana: "Huhuhu.. hanya bibi yang tau perasaan Lilia sini peyukkkk." Ucap manja Lilia langsung memeluk Bibi Ani. Bibi Ani: "Ucuk.. ucukk Lilia kecil, bagaimana jika Nona hirup udara di taman depan rumah? Sembari Bibi siapkan kueh kering." Lilia LuzQiana: "Yeyy.. tapi bibi nggak akan bilang ibu kan? Hahaha.. Lilia duluan! Oh ya Lilia besar bukan Lilia kecil!" Ucap nya langsung lari kebirit b***t. Bibi Ani: "Bagaimana Bibi bisa mengatakan Lilia Besar sementara sifat nya masih Lilia Kecil Hahaha." Ucap nua tersenyum melihat tingkah laku Lilia. Taman di depan Rumah keluarga Luz. Lilia LuzQiana: "Huft.. kenapa hari ini hampa sekali, Seperti Ada yang kurang?" Ucap Lilia Tiduran di bawah pohon sakura. Ssssssssss.. suara hembusan Angin yang berpadu dengan sentuhan antara bunga bunga sakura." Hari ini sungguh indah langit memancar kan sinar nya yang sangat indah, Hmmm.. cantik Eh? Ma? Maling!" Ucap Lilia yang tiba tiba melihat seseorang menaiki Tembok pagarnya." Pergi! Dasar maling!" Ucap nya langsung melempari batu. Raiyen Qin: "Maling? Berhenti Woi gua bukan maling!" Ucap Raiyen yang kesakitan di lempari batu. Lilia LuzQiana: "Raiyen? Itu Lu? Kirain gua monyed! Ngapain lu di situ cepet turun." Ucap Lilia langsung menghampiri Raiyen. Raiyen Qin: "Monyed? Katanya maling! Yaudah Lu misih dulu, Ya kali mau gua tiban." Ucap nya yang masih duduk di atas tembok pagar itu. "Nggak mau!" Ucap Lilia sembari berteriak." Eh? Maksud ku, Nanti kau turun gimana? A.. aku bukan khawatir loh ya!" Ucap Lilia dengan wajah yang memerah. Tapsss.. Suara Raiyen turun pas di depan Lilia." Terimakasih.. Karna mu aku jadi Aman." Bisikan Raiyen di telinga Lilia. Lilia LuzQiana: "A.. apa sih aku sungguh tak mengkhawatir kan mu! Sudah lah lupakan! Untuk apa kau kesini dan kenapa harus manjat tembok itu!" Ucap Lilia langsung mendorong Raiyen. Raiyen Qin: "Huh.. padahal jelas jelas khawatir!" Pikiran Raiyen sembari cemberut." Nggak tau tiba tiba udah di Atas tembok, itu aja kaya nya gua di sasarin Google deh, untung.. nggak ke tengah sawah." Ucap Aneh Raiyen dengan wajah Tengil nya. Lilia LuzQiana: "Heh! Lu pikir gua percaya! Cepet sana pergi misal nya Kelurga ku melihat mu bagaimana!" Teriakan Lilia mendorong Raiyen. "Aku ingin melihat mu! Aku ingin bersama mu walau hanya sebentar dan tega nya kau mengusir ku?" Ucap Raiyen dengan wajah melas nya langsung memegang tangan Lilia." Eh? Ta.. tapi." Ucap Lilia dengan Gugup. Bibi Ani: "Lilia kau di mana Ini bibi sudah membawakan Kue jahe untuk mu." "Bibi? Ba.. bagaimana ini aku harus bilang apa?" Ucap kebingungannya." Ya bilang apa? bilang saja kita pacaran." Ucap Raiyen tanpa berfikir panjang." Aneh! A.. aku harus kemana? Kesana ayo kesana." Ucap Lilia menarik Raiyen." Ya ayo kesana." Ucap Raiyen yang hanya mengikuti Kemana Lilia menarik nya." Tidak.. badan mu besar nanti bahu mu akan kelihatan kesana saja!"ucap Lilia menarik kembali Raiyen." Hmm.. benar Ayo kesana." Ucap Raiyen terus mengikuti Lilia seperti anak Ayam yang mengikuti induknya. Bibi Ani: "Loh? Tadi bukan nya Nona Lilia ada di pohon ini? Nonaa? Nona Lili?" Lilia LuzQiana: "Ya bi! Aku disini, Haha.. bibi ini kue untuk Lilia Ya? Bibi seperti nya Lilia butuh minum Hehehe." Ucap nya yang tampak sangat gelisah. Bu Ani: "Haha.. bibi sampai lupa tunggu sebentar ya, Tapi.. Apa Nona mengganti parfum Bau ini?" Ucap nya yang mencium Parfum Raiyen. Lilia LuzQiana: "Hah? Eh itu, Ya Lilia mengganti Parfum I.. itu, Uhukk.. Uhukkk Bibi, Lilia butuh minum." Ucap nya yang pura pura tersedak padahal belum Menyentuh kue jahe itu. "Ya tunggu sebentar bibi akan segera kembali." Ucap Bibi Ani berjalan pergi." Agak lamaan juga Nggak papa, Huft.. Akhirnya." Ucap Lilia sembari menghela Nafas, Fhuuuuu.. siulan Dari mulut Raiyen Qin di telinga Lilia." Sudah lebih tenang? Tadi kau tegang sekali." Ucap Raiyen yang tiba tiba di belakang Lilia. Lilia LuzQiana: "Duh.. Geli tau! jauh jauh sana! Ce.. cepat lah pergi Nanti Bibi Ani akan kesini lagi." Ucap gugup nya. Raiyen Qin: "Hmmm.. bagaimana ya? Tapi aku masih ingin di sasari Google Map, Hahh.. Enak nya." Ucap nya langsung berbaring di bawah pohon sakura. Lilia LuzQiana: "Ihhh.. cepat pergi! Bisa stress aku! Raiyen pergi ya? Jangan begini oke kumohon." Ucap melas nya dengan wajah memohon. Raiyen Qin: "Sialan kenapa imut bangat si!" Pikiran Raiyen." Baik lah dengan setu syarat, ya seterah itu pun kalau kau mau kalau tidak akan tetap di sini." Lilia LuzQiana: "Huh.. itu nama nya bukan seterah! Eh? Yaudah apaan." Ucap gelisah nya yang mendengar Bibi Ani menuju ke taman. "Besok kita harus bertemu aku akan menjemput mu, dan kau harus menerima apa yang aku katakan, sampai jumpa besok! Dan berdandan lah yang cantik, cup.." ucap nya berbisik di telinga dan mencium pipi Lilia langsung berjalan pergi. Lilia LuzQiana: "A.. apa sih! Seenak nya mencium orang ini kan ciuman pertama ku! Hmmm.. walaupun bukan di bibir." Ucap nya sembari memegang pipi nya. "Siapa yang mencium nona?" Ucap Bibi Ani yang tiba tiba ada di belakang Lilia." A.. anuh! Lalat! Ya! Lalat tadi lalat mencium ku! Hahaha.. sudah ya Bi A.. aku mau kekamar Hahaha." Ucap gugup Lilia berjalan pergi." Nona sangat aneh." Ucap Bibi Ani. Keesokan hari nya di Kediaman Keluarga Qin. "Syalala.. syalala, Hahaha.. Hahaha." Syahduan dan tawaan Raiyen Qin di kamar nya sembari melihat tampilannya di kaca. From Qin: "Apa kau tau Kenapa dia begitu?" Ucap Ibu Raiyen yang mengintip dari luar kamar. "Nggak tau, Gila kali! Ahh? apa jangan jangan." Ucap Lion sembari berfikir keras." Apaa? Kenapaa?" Ucap penasaran ibu Raiyen." Nggak tau Hehehe." Wak ilah! Udah udah nggak usah mikir kasian Otak mu nanti! Lebih baik ku cari tau sendiri." Ucap ibu Raiyen menghina secara Alus. From Qin: "Ada Apa nih ketumbenan Anak ibu tampan sekali." ucap nya menghampiri Raiyen. Raiyen Qin: "Aku akan menyatakan cinta kepada Lilia, dan aku akan membawakan ibu calon menantu yang sangat ibu dambakan." Ucap Raiyen yang sangat percaya diri itu. From Qin: "Hahha.. akhir nya anak ibu ada kemajuan, tapi berilah Ia cinta jangan kau berikan ancaman ingat itu!" Ucap nya menepuk pundak Raiyen." Ibu turun dulu ke bawah." Ucap nya berjalan pergi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN