Raiyen Qin: "Hmm.. seperti nya si udah oke! Cincin juga udah Ready, Tinggal meluncur Hahaha." Tertawaan nya sembari menuruni tangga.
Lion Ziling: "Woi! Ngapain Lu mesam mesem? Kesawanan Monyed lu ya?" Ucap Lion yang dari tadi bosen melihat Raiyen terus tersenyum.
Raiyen Qin: "Haisss.. kau selamat karena hari ini aku tak ingin berkelahi Hahahah.. tunggu Aku Lilia!"
"Heleh! Benar kan Lilia lagi Lilia." Ucap ketus Lion." Heh? Dari pada lu jomblo! lah gua mah Otw nih punya cewe, hati hati jomblo seumur hidup mampus lu, Hahha." Ucap nya sembari tertawa menghina Lion tanpa pamri." terus aja pamerin tuh Gigi! Lagian Jomblo tuh bebas nggak di kekang kanan kiri." Ucap santai Lion." YE! Seterah Lu dah mau bebas gimana aja, gua berangkat dulu." Ucap nya yang tidak peduli.
Kediaman Keluarga Luz.
Lilia LuzQiana: "Apa ini tidak berlebihan Ya? Sudah lah kan dia sendiri yang suruh berdandan cantik! Eh? Tapi tak masalah kan jika aku memakai kalung ini." Ucap Lilia menunggu Raiyen di depan Rumah nya dan memakai kalung yang di berikan Ibu Raiyen.
Kediaman Kelurga Qin.
From Qin: "A.. apa? Sekarang kamu dimana? Kobisa sii." Ucap nya yang mendapat Telpon dari Faton Qin yang terkena Kecelakaan Mobil." Ra.. Raiyen! Huhuhu.. bagaimana ini Ayah mu kecelakaan, I.. ibu sangat khawatir." Ucap nya sembari menangis.
Raiyen Qin: "A.. apa? Ayah kecelakaan! Aku akan kesana, ibu jangan khawatir. Beri aku alamatnya." Ucap panik Raiyen.
From Qin: "Ta.. tapi bagaimana dengan Lilia? pasti dia sudah siap siap menunggumu." Ucap Khawatir Nya.
"Ibu tenang saja, Lion Kau jemputlah Lilia. Aku akan menjeput Ayah dulu." Ucap Raiyen Sembari mengerut kan Alis nya." Tenang, Aku yakin Lilia akan mengerti! Kau cepat lah pergi bantu Ayah mu aku akan menjemput Lilia." Ucap nya bergegas pergi." Aku yakin Lilia akan mengerti tapi kenapa aku sangat gelisah?" Pikirannya yang tiba tiba mengkhawatir kan Lilia.
Kediaman Keluarga Qin.
Bremmmm.. suara mobil Lion berjalan Ke rumah Lilia dan bertepatan dengan Mobil yang keluar dari rumah Lilia.
Lion Ziling: "Loh? Lilia Mana? Bukan kah tadi aku sudah menyuruh nya menunggu di depan Gerbang?" Ucap bingung nya yang melihat Lilia tidak ada didepan Gerbang rumah nya.
Rara Ayundira: "Hehehe.. untung saja aku selangkah lebih Depan." pikirannya.
20 menit Yang lalu." Halo Rara apa kamu sedang sibuk?" Ucap From Qin ibu Raiyen yang menelepon Rara." Ahh.. tidak Rara sedang Rebahan aja emang nya kenapa Bi? Bibi kangen sama Rara ya?" Ucap Rara." Hahaha.. Ini, Bibi denger dari Lion katanya kamu temen nya Lilia ya? Bibi mau nanya Lilia suka makan Apa Ya? Soal nya ini Raiyen mau ngajak Lilia kencan, dan Bibi akan menyuruh nya mampir kerumah." Ucap From Qin." Kencan? A.. aku tak bisa biarkan kan ini!" Pikiran Rara." Ahh.. begitu ya Lilia Suka makanan Ringan seperti kue jahe." Ucap Rara." Begitu ya kalau begitu terimakasih Rara sampai nanti." Ucap From Qin langsung mematikan Telepon."Aku tak bisa biarkan ini! Halo.. Dewi Siapkan semua nya dalam 10 menit." Ucap Rara Yang menelepon Dewi.
Kediaman Qin.
Lilia LuzQiana: "Ada apa ya? Kok yang jemput jadi Lion? Hah.. sudah lah tunggu saja." Ucap nya yang mendapat pesan dari Lion.
Rara Ayundira: "Cih Lihat Pelakor ini! Seperti nya Ia sungguh senang ingin berkencan!" Ucap Rara yang melihat Lilia berdandan sangat Cantik." Lilia.. Aku Tadi baru saja mau menghubungi mu Eh ternyata udah ketemu di sini." Ucap nya menghampiri Lilia.
"Rara? Ada apa kamu kesini?" Ucap Lilia." Maksud mu aku tak boleh mengajak teman ku Main?" Ucap Rara dengan Nada sedih." Hahah.. Rara maaf kan aku tapi aku sudah mempunyai janji dengan Raiyen." Ucap Lilia yang menolak ajakan Rara." Huhuhu.. padahal aku ingin sekali mengajak mu Jalan jalan kita kan sudah lama tak pergi ke Bioskop, Ayo lah Lilia masa kamu Milih main sama Raiyen dari pada aku." Ucap Rara sembari memegang tangan Lilia." Eh? Bagaimana ini apa aku pergi sama Rara aja ya? Lagian juga kaya nya Raiyen sedang sibuk sampai menyuruh Lion." pikiran Lilia." Mana mungkin aku begitu, Ayo kita menonton Bioskop!" Ucap nya langsung merangkul Rara.
"Haha.. Kau memilih pilihan bagus Lilia! Ayoo berangkat." Ucap Rara langsung menaiki mobil nya dan tak sengaja berpapasan dengan mobil Lion yang menuju Rumah Lilia.
Lilia LuzQiana: "Apa.. tidak apa ya aku pergi dengan Rara? Huh! Sudah lah Raiyen juga sibuk! Tapi kenapa Perasaan ku sakit sekali." Pikiran Lilia.
Kediaman Keluarga Luz.
"Duh! Kenapa Lilia ponsel nya nggak Aktif si, Permisih paman apa Nona Lilia ada di dalam." Ucap Lion menanyai Satpam." Ah.. kamu teman nya Lilia Ya? Nona memang dari tadi menunggu disini, tapi tadi Nona sudah pergi dengan teman perempuannya." Ucap satpam itu." Kalau begitu Saya permisih dulu." Ucap nya langsung menaiki mobil." Lilia pergi dengan siapa? Aku harus menghubungi Raiyen." Ucap nya bergegas pergi dari rumah Lilia.
Lilia LuzQiana: "Huft.. Rara Lama sekali, kenapa mobil nya harus Mogok si, Tadi seharus nya aku ikut saja ke bengkel! Huft.. sepi sekali." Ucap nya yang menunggu di dekat Taman." Tap.. tap.. tap tiba tiba terdengar langkah kaki dari belakang Lilia." Akhhhhhh.. teriakan Lilia Karena kaget.
Dewi Rintiani: "Lilia? Ini aku kenapa kamu berteriak?" Ucap Dewi langsung menutup Mulut Lilia.
Lilia LuzQiana: "Huft.. Dewi Toh, Bikin kaget saja Kirain Ada seseorang Yang ingin menculikku, kamu ngapain disini?" Ucap Lilia yang bingung karena Dewi berada di taman yang sangat sepi itu.
"Aku mendapat Misi, Ya bisa di bilang pekerjaan." Ucap Dewi." Di sini? Ini kan taman yang hanya di penuhi pepohonan, pekerjaan Apa itu?" Ucap bingung Lilia." Menculik! Menculik seseorang yang mengganggu Seperti Lalat." Ucap Dewi menatap tajam Lilia." Aku nggak tau kalo kamu suka ngelucu dewi, Hahaha.. makasih Loh aku jadii enggak takut lagi di sini." Ucap Lilia yang masih tidak mengerti keadaan." Heh! Kalau begitu mari kita main penculikan, Aku penculik nya kamu yang ingin ku culik dan yang di belakang mu penyekap nya." Ucap Dewi sembari menunjuk kearah belakang Lilia." Hmppp.. To.. tolong, Siapa pun tolong aku." Ucap Lilia yang pingsan karena Mencium Aroma Obat.
Dewi Rintiani: "Ahhhhh.. nggak asik! aturan main kabur kaburan dulu dong, kau cepat lah bawa dia ke pulau yang sudah di siapkan dan jangan sama sekali meninggal kan jejak." Ucap nya langsung membakar Tas beserta Hp dan barang lainnya milik Lilia.
Dan saat itu lah Dewi membawa Lilia kepulau terpencil Yang sama sekali tidak bisa di jangkau oleh seseorang. Sementara itu Raiyen pergi ketempat Ayah nya yang kecelakaan dan membawanya kerumah sakit Lintang7.
Raiyen Qin: "Ukhhhh.. kenapa d**a ku sakit sekali, Eh? Bagaimana dengan Lilia? Lion kenapa juga belum ngabarin?" Ucap nya sembari duduk di kursi tunggu Rumah sakit.
"Raiyen! Hoss.. Hos.. Apa kau mendapat pesan dari Lilia?" Ucap Lion yang terlihat terengah engah itu." A.. apa maksudmu? Kukira kau sudah menjemput nya, lalu di mana Lilia?" Ucap kaget Raiyen." Saat aku datang Lilia sudah di jemput seseorang, saat itu Handphone Lilia sempat Aktif namun 10 menit trakhir ini Mati," Ucap Lion."
Sebenar nya apa yang terjadi!" Ucap Raiyen sembari mukul Tembok dan membuat tangan nya Terluka.
From Qin: "Jadi maksud mu Lilia menghilang? Pasti Vivia sangat sedih jika mengetahui nya, Raiyen sudah lah kau dan Lion pergi mencari nya biar Ayah Mu Biar Ibu yang menjaga nya." Ucap Ibu Raiyen.
Raiyen pun langsung bergegas kerumah Lilia Namun Lilia belum juga pulang dan Orang tua Lilia pun langsung mengerah kan semua Polisi dan tentara bahkan sampai Angkatan militer udara untuk mencari Lilia. Jelang Dua hari Lilia pun belum juga ditemukan Raiyen hanya bisa menemukan Posisi Akhir Lilia berada dan juga menemukan Sisa sisa barang Lilia yang terbakar, Semua nya yakin bahwa Lilia di Culik. Raiyen yang tidak bisa menemukan Lilia Ia pun putus Asa namun masih Ada kesempatan yang telah Ia lewat kan.
Raiyen Qin: "Payah! Bodoh! Maaf kan aku Lilia jika saja aku yang menjemput mu dari Awal! Mungkin kau masih ada di sini, aku memang Payah!" Ucap nya yang terdengar putus Asa sembari membentur kan kepala nya ketembok.
Lion Ziling: "Apa ini yang kau lakukan? Jika kau melukai diri mu sendiri lalu siapa yang akan menyelamat kan Lilia." Ucap nya Yang kesal melihat Raiyen Terus melukai diri nya sendiri.
Raiyen Qin: "Apa yang harus ku lakukan! Aku tak bahkan tak bisa menemukannya! Apa lagi menyelamatkan nya! Aku payah! Aku sungguh tidak berguna." Ucap nya langsung memegang Erat bahu Lion.
"Raiyen, kita masih mempunyai kesempatan menemukan Lilia, Di kalung yang Ibu berikan Pada Lilia Di sana ada alat pelacak khusus keluarga Qin jika Lilia memakai nya mungkin saja kita bisa melacak nya." Ucap From Qin." Lihat kan! Kita masih punya kesempatan!" Teriakan Lion yang mencoba meyakinkan Raiyen." Ibu cepat keluarkan Alat pelacak itu!" Ucap Raiyen." Lilia aku harap kau memakai kalung itu, tunggu aku Lilia." Pikiran Raiyen sembari melacak tempat Lilia berada.
Lion Ziling: "Nona sudah di jemput oleh teman Perempuannya." Ingatan Lion yang tiba tiba teringat ucap satpam Keluarga Luz." A.. apa Rara? Dia tidak mungkin sesadis ini! Tapi mungkin saja! aku harus mengecek Cctv itu sebelum orang lain melihat nya akan bahaya jika benar benar Rara." Ucap Lion segera pergi mengecek Cctv Di kediaman Luz. Saat itu semua orang sedang sibuk dengan pencarian Lilia jadi tidak ada yang menyadari bahwa Lion pergi.
Ckrittttt.. suara mobil Lion turun di depan Rumah Lilia." Aku harus cepat untung saja rumah Luz Sedang Kosong." Ucap nya segera masuk ketempat Ruangan Satpam yang berisi semua Rekaman Cctv kediaman Luz, Dan betapa terkejut nya Lion yang mengetahui Bahwa Rara yang menjemput Lilia, Lalu Lion ingat ketika Ia ingin menjemput Lilia bertepatan sekali dengan keluar nya satu mobil dari kediaman Luz." Rara? Mengapa kau sampai melakukan Hal sekeji ini! Jika Raiyen Tau, apa yang akan Ia lakukan! A.. aku tak bisa biar kan Ini! Aku tak mau Rara terluka Rekaman ini harus aku hapus! Maaf kan Aku Raiyen! Jika kau jadi aku mungkin kau akan melakukan yang sama." Pikiran nya langsung menghapus rekaman itu dan bergegas pergi.
Sementara itu di kediaman Qin, Raiyen mengeluarkan semua kemampuan Ilmu IT nya dan akhir nya pun Ia menemukan sebuah titik merah muncul di tengah tengah pulau tidak berpenghuni." Aku menemukan nya!" Ucap Raiyen sembari berteriak." Dia ada di pulau ini! Aku akan kesana sekarang juga." Ucap Raiyen.
Faton Qin: "Raiyen tunggu! Bisa saja lawan kita mempunyai banyak bawahan disana, Bawalah Anak buah Kemiliteran Ayah, Ayah akan mengarah kan semua Udara, laut, Atau pun Darat. Biar mereka merasakan akibat berani bermain main dengan menantu Keluarga Qin." Ucap tegas nya.
Lion Ziling: "Gawat! Rara dalam bahaya!" Pikirannya yang mengetahui Raiyen sudah menemukan tempat Lilia berada." Raiyen! Aku juga ikut!" Ucap nya dengan tegas." Bagaimana pun jika aku ikut aku bisa menyelamatkan Rara.
Raiyen Pun yang Sudah mengetahui tempat di mana Lilia berada, Ia langsung bergegas pergi menuju pulau itu dengan membawa pasukan yang begitu banyak seperti sedang ingin bertempur." Bagai mana ini! Raiyen dan semua pasukan Ini bagai mana aku bisa menyelamatkan Rara! Rara kumohon Menjaulah dari pulau itu!" Pikirannya yang sangat gelisah.