18. Penyekapan Lilia

1805 Kata
Lilia LuzQiana: "Hmmmm.." Suara dengusan Lilia terbangun dari tidur nya." Jadi aku masih di sini, Sa.. sampai kapan? Kumohon siapa pun tolong aku." Pikirannya yang sudah terperangkap selama 3 hari. "Akhir nya si beban Bangun juga! Woi.. lu tau nggak si lu tuh beban, kenapa juga si tuh orang nyuruh jangan ngebunuh luh! Kalo nggak nurutin kata dia si, lu udah gua Bunuh dari kemarin." Ucap nya yang dari tadi duduk di depan tempat dimana Lilia di ikat di kursi dengan tali dan Rante yang sangat kuat." Dewi, Sampai kapan kau melepaskan aku? Kumohon hentikan." Ucap Lilia yang terdengar sangat merintih." Kenapa? Udah bosen di sini? Emang si Anak orang kaya dan anak se Agung kaya Luh mana betah tinggal di tempat Kumuh dan kotor ini! Asal lu tau ya, gua nggak akan ngelepasin Luh." Ucap ketus Dewi. Lilia LuzQiana: "Sebenar nya siapa Yang menyuruh mu? Dan kenapa kalian melakukan ini! Kumohon hentikan dan bebas kan aku!" Ucap nya dengan nada memohonnya. "Hentikan? Dan bebas! Kata kata itu tak akan aku kabul kan Lilia sahabat Terbaikku." Ucap Rara tiba tiba datang di tempat penyekapan Lilia." Rara? Apa yang kau lakukan di sini? Cepat pergi dan katakan kepada keluarga ku untuk menolong ku!" Ucap Lilia. Rara Ayundira: "Ya ampun Lilia? Ya baik lah, AKU TAK AKAN KESANA! Hahaha.. Lilia Apa kau bodoh? Kau masih tak mengerti keadaan ya?" Ucap nya sembari menyeringai. "Hehe.. Ternyata kau cukup sadis juga Rara, aku jadi takut termakan dengan sesama singa." Ucap Dewi dengan senyum kecil di wajah nya." Haha.. ini tidak akan berhasil jika tidak ada bantuan dari mu Dewi apa kau tau aku sangat lega!" Ucap Rara yang terlihat sangat Akrab dengan Dewi. Lilia LuzQiana: "Se.. sejak kapan! Kalian merencana kan Ini! Rara tolong katakan ini hanya lelucon! Kau tak mungkin berkerja sama dengan Dewi kan? Kumohon Rara katakan Tidak." Ucap Lilia yang masih tak menyangka sahabat terdekat nya mengkhianatinya. "Ya! Aku bekerjasama dengan nya dan aku juga yang membuat rencana untuk menculik mu! Apa kau sudah puas mendengar nya Lilia!" Ucap Rara sembari berteriak." Deg! Ke.. kenapa? Kenapa kau melakukan ini? Apa salah ku Rara? Bukan kah kita seperti saudara." Ucap Lilia dengan wajah bingung nya. Rara Ayundira: " Saudara? Jika kau! Menganggap ku saudara maka seharus nya kau tak menjalin hubungan dengan Raiyen! Apa kau tau? betapa teramat cintanya aku kepada Raiyen? Dan seenak nya kau merebutnya dari ku!" Ucap nya sembari berteriak. Lilia LuzQiana: "Ja.. jadi ini? Kau rela menculik ku hanya karena Cinta buta? Rara kau sungguh menjijikan!" Ucap Lilia yang tampak putus asa. "Ya! Lalu kenapa! Aku memang cinta buta! Aku tak bisa membiarkan siapa pun merebutnya dariku! Apa kau puas! Maka dari itu aku harus membunuh mu dan menyingkirkan mu dari dunia ini!" Ucap nya sembari menghampiri Lilia." Kenapa kau tak memberi tahuku dari awal Rara, jika seperti ini aku tak akan dekat Dengan Raiyen." Ucap Lilia sembari menetes kan Air mata. Rara Ayundira: "Jadi kau sedang menyalahkan aku? Heh! Lihat ini bahkan kau sampai memakai kalung menantu keluarga Qin, apa kau tau betapa ingin nya aku memakai ini? Tapi jika ini sudah di pakai oleh mu aku tak sudi! Prangg.." Ucap nya langsung menarik paksa kalung yang Lilia pakai sampai Putus. "Akhhhh.. kau gila! Kau sudah seperti iblis! Aku sungguh sudah tak melihat Rara ku!" Ucap Lilia yang berjerit kesakitan." Iblis? Aku memang bukan Rara Mu, aku Rara Raiyen! nyonya Qin dan menantu Qin! Tadi kau bilang Aku Iblis kan biar kan Aku menjadi Iblis yang sebenarnya." Ucap Rara langsung mengeluarkan Sebuah Pisau. Dewi Rintiani: "Wow.. apa ini sisi lain dari Rara? Sangat menakutkan! Yahh.. bagaimana pun dia putri bos mafia pasti dia mempunyai Sisi kejam juga, aku harus berhati hati dengan nya siapa tahu aku juga akan di bunuh." Pikiran Dewi yang hanya menyaksikan pertengkaran Lilia dan Rara. Lilia LuzQiana: "Pisau? A.. apa yang kau lakukan Rara! Untuk apa pisau itu! Kumohon hentikan Rara! Jangan seperti ini kumohon hentikan!" Ucap nya yang terdengar sangat merintih. "Pisau ini? Tentu saja untuk menuntun mu kedunia Lain! Bukan kah kau sudah sangat lelah? Aku hanya mempercepat perosesnya saja." Ucap nya langsung menyodong kan Pisau itu." Jika ini yang kau mau maka lakukan lah jika suatu hari nanti kau menyesal aku tak akan ada di samping mu atau pun menganggap mu pernah ada di hidup ku." Ucap Lilia yang terlihat pasrah namun seluruh tubuh nya bergetar sangat hebat." HEHEHE.. aku sudah mendapat Izin dari mu sendiri Loh ya!" Ucap Rara sembari menyeringai." A.. aku takut! Aku sangat takut! Si.. si.. siapa pun to.. tolong." Pikiran Lilia sembari memejam kan matanya. Drettt.. Drett tiba tiba Handphone Rara berbunyi." Sialan Ganggu aja! Siapa si! Lion? A.. apa? Kak Raiyen beserta pasukan Militer Keluarga Qin kesini! Bagai mana mereka bisa tau?" Ucap Rara yang kaget setelah mendapat pesan dari Lion yang berisi." Rara.. cepatlah kabur dari pulau itu Raiyen dan Militer kelurga Qin dikit lagi akan sampai, Tapi tenang saja aku akan menyelamat kan mu tunggu aku di dekat belakang batu besar di bagian Barat, Kumohon Percaya lah." Pesan dari Lion. "CIH.. kau sungguh beruntung Lilia! Ravit bersihkan semua saksi mata dalam 5 menit dan kita harus cepat pergi sebelum pasukan Militer Qin datang." Ucap Rara yang sembari bergegas pergi." Tu.. tunggu! Rara lalu bagaimana dengan ku? Kau tak mungkin kan membunuh ku?" Ucap Dewi langsung memegang tangan Rara." Heheh.. mana mungkin Aku membunuh mu bidak caturku Ayo cepat kita harus pergi." Ucap nya langsung berjalan pergi Sementara itu Ravit kapten Mafia Sudah membunuh bawahannya tanpa tersisa dan bawahan nya pun menerimanya karena dalam Sistem Mafia jika mereka perlu mati untuk suatu keberhasilan Mereka akan memberikan nyawa nya. Lilia yang melihat semua Orang di bunuh di depan mata nya dengan pedang dan pisau Ia pun takut hampir semua tubuhnya terkena cipratan darah para mafia yang dibunuh itu dan akhir nya Lilia pun pingsan. Sementara itu Raiyen Qin Dan Pasukannya." Tuan, Sinyal dari kalung Itu tiba tiba mati, mungkin saja mereka sudah tau kita melacak nya." Ucap kapten Militer Qin. Raiyen Qin: "Cari Mati! Lihat saja Aku bersumpah! Aku akan mencincang habis! Orang yang berani menculik Lilia, jika aku lihat Lilia terluka sedikit pun! Maka neraka sekalipun tak cocok untuk nya!" Ucap Raiyen yang terdengar sangat marah. Lion Ziling: "Rara! Rara! Kumohon semoga kau percaya kata kata ku! Aku sungguh tak sanggup jika kau dibunuh oleh Raiyen. Kumohon Rara." Pikirannya yang mengkhawatirkan Rara. 2 menit kemudian Raiyen beserta pasukan Militer nya sampai, dan pulau itu pun di kepung dari Udara Darat maupun Air." Cepat semua nya berpencar! Cari sampai di sela sela terkecil sedikitpun." Ucap Raiyen bergegas Mencari di mana Lilia berada." Aku harus cepat! Sebelum Rara tertangkap aku harus membantunya kabur." Ucap Lion sembari menuju Ke arah barat." Sialan! Udara pun sudah di Awasi jika Lion membohongi kita, ku yakin tamat lah Riwayat kita hari ini." Ucap Rara yang bersembunyi di balik batu besar itu." Rara! Untung kau datang kesini! Cepat lah pergi kesana aku sudah menyiap kan kapal selam, kau harus melewati Utara di sana tidak ada penjaga, cepatlah!" Ucap Lion. Rara Ayundira: "Kau yakin? Ini bukan jebakan kan? Bagaimana jika itu jebakan?" Ucap Rara sembari menaik kan satu alisnya. Lion Ziling: "Apa kau buta? Seberapa tertutup nya mata mu melihat ku? Kumohon Rara cepat lah! Aku tak ingin kau di bunuh oleh Raiyen, Ia sangat marah jika mengetahui kau pembunuh nya! Tapi tenang lah aku sudah membersihkan semua bukti dan aku berjanji tidak akan memberitahu nya, Setelah nya kau sendiri yang mengurusnya." Ucap Lion sembari berteriak. "HEH? Ada Gunanya juga! Walaupun tidak banyak Terimakasih!" Ucap Rara bergegas pergi bersama Ravit dan Dewi." Seberapa Cinta nya kau kepada Raiyen, Rara? Sampai tidak melihat ku yang selalu memandangmu." Pikiran Lion." A.. aku takut! Takutt! Takut!" Ucap Lilia yang sedang terbaring lemah di lantai. Drap.. drap tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang begitu cepat ke arahnya. " To.. tolong A.. aku takut! Takut!" Ucap nya yang melihat seseorang berlari ke arah nya." Tenang lah aku disini bersamamu! Lilia ku mohon sadar lah." Ucap Raiyen memapah Lilia yang pingsan itu bergegas kerumah sakit. Rumah sakit Lintang7 Shenyang. Saat itu Lilia di bawa ke rumah sakit Lintang7, kondisi nya sangat parah bisa bisa Lilia koma karena hidrasi dan menahan lapar selama 3 hari, bahkan Ia mengalami Syok dan ketakutan Yang sangat begitu berat, Akibat ketakutannya saat Ia di todong Pisau, Dan keluarga Lilia memutuskan Membawa Lilia ke singapura untuk mengapus ingatannya satu tahun yang lalu dan mendapat pengobatan yang terbaik, Tetapi Dokter berkata saat Lilia bangun Ia Akan sering mengalami insomnia ( Susah tidur ) Itu tidak bisa di sembuhkan Oleh obat obatan, kecuali jika Lilia sendiri lah yang berhasil menaklukkan Ketakutannya itu pada benda Tajam. Raiyen yang mengetahui Lilia Mengalami penyakit Insomnia karena teroma akan todongan pisau dan harus mengapus Ingatannya Satu tahun Ia sangat cemas Lilia Akan melupakannya. karena yang berhubungan dengan satu tahun itu akan hilang dari ingatan Lilia, Setelah keberangkatan Lilia ke Singapura Raiyen merasa gagal Ia selalu Mengurung dirinya Dikamar. From Qin: "Maaf, Ibu sungguh minta maaf jika saja ibu tak menyuruh mu pergi saat itu, mungkin saja sekarang Lilia masih baik baik saja! Huhuhu.. maaf Ibu mohon setidak nya keluarlah dari kamar." Ucap Ibu Raiyen yang berada di depan kamar. Lion Ziling: "Apa kau Raiyen Qin? Mengapa pengecut sekali! Jika kau Raiyen Qin yang ku kenal kau akan pergi dan mencari Orang yang menculik Lilia." Ucap Lion sembari berteriak. Tap.. tap.. tap tiba tiba terdengar Suara langkah kaki dari belakang. "Kalian sedang berbicara dengan pintu?" Ucap Raiyen." Raiyen? Bukannya kau ada didalam kamar mengurung diri?" Ucap From Qin." Apa aku akan diam saja jika Orang yang menyakiti wanita ku masih hidup di luar sana? Aku beberapa hari ini Sudah mencari tau, aku menemukan Sinyal lain di pulau itu terdapat 2 sinyal Satu Milik Dewi Rintiani dan satu lagi aku belum mendapat kan petunjuk nya. Tapi Aneh nya aku tidak bisa menemukan Dimana Dewi berada." Ucap Raiyen. From Qin: "Tenang lah Ibu akan mencari orang itu walaupun sampai ujung Dunia! Ibu akan berbicara dengan Ayah mu." Ucap nya bergegas pergi. "Lion, Apa kau sudah menemukan siapa Yang menyesatkan Lilia di hutan waktu itu? Dan kau sudah mencari tahu mengapa Rekaman Cctv pagi hari Kediaman Luz hilang?" Ucap Raiyen menatap Lion." Aku belum menemukannya, dan soal tentang Rekaman Cctv itu Masih dalam penyelidikan." Ucap Lion langsung menjawab pertanyaan Raiyen tanpa Ragu." Hmmm.. kurasa kau kurang cekatan, hentikan prosesnya Biar aku saja yang mengurusnya, kau istirahatlah." Ucap Raiyen langsung memasuki Kamarnya. "Maaf kan Aku Raiyen, Sampai kapan pun aku tak akan memberi tahu mu yang sebenarnya, karna aku tak bisa melihat Rara hancur atau pun terluka, karna aku sangat sangat mencintai nya." Pikiran Lion. Dan semenjak itu lah aku Lilia LuzQiana pergi ke Singapura untuk menjalan kan pengobatan sekaligus Kuliah Siapa sangka Awal kepergian ku juga Awal Takdir kehidupanku yang harus aku Lewati mau Maupun tidak mau.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN