19. Bandara Taoxian China

1907 Kata
6 Tahun kemudian di Kota Changi Bay Singapura." Untuk apa pisau itu! Kumohon hentikan! untuk menuntun mu kedunia Lain! Kedunia Lain! Menuntun mu.. mu.. mu." Dengungan Suara Di Dalam mimpi Lilia. Lilia LuzQiana: "Hoss.. Hos O.. obat! A.. aku butuh obat." Ucap nya yang mencoba mengambil Obat penenangnya di Atas meja namun semua obat itu terjatuh. Davit Morgan: Prang.. Suara dari dalam kamar Lilia "Nona! Biar aku saja! Bukan kah sudah ku bilang panggil aku jika Nona merasa kesulitan." Ucap Davit Sekretaris Lilia. "Obat! Cepatt! Ini sakit! Sangat sakit Akhhhh." Ucap Lilia yang merasakan Kepala nya sangat sakit ketika habis bangun tidur." Sebenarnya kejadian apa yang pernah Nona Alami sampai harus meminum obat penenang ini dan kenapa Nona selalu takut jika melihat pisau, Aku sangat payah sebagai sekreataris nya yang tidak mengetahui Apa pun!" Pikiran Davit. Lilia LuzQiana: "Huft.. Ini jam brp? Dan sebutkan semua yang harus ku lakukan hari ini." Ucap Lilia. Davit Morgan: "Ini jam 8 Pagi, Jadwal Nona Hari ini Menemui Direktur Liam, dan Wawancara, mendatangi Pernikahan Olive, Dan melihat proyek yang baru kita kembangkan, dan pulang ke Shenyang Untuk memberi kejutan Hari jadi pernikahan Orang tua Nona." "Akhhhhh... kenapa banyak sekali!! Eh? Hari ini.. hari jadi Ayah dan ibu ya? Hahaha Davit bisakah Kau Urus 4 pekerjaan itu? Hehehe.. Aku ingin menemui Ayah dan Ibu di Shenyang." Ucap Lilia yang langsung bersemangat jika mendengar Kabar tentang keluarganya." A.. apa? Nona tapi jika saya mengurus itu Lalu Nona?" Ucap Davit dengan nada khawatir." Tenang lah! Aku Lilia bisa pulang sendiri, kau urus saja 4 itu! Syalala.. akhirnya bisa bebas dari Ocehan Si Davit kakek kakek tua!." Ucap Lilia yang sudah sangat bosan kemana mana harus bersama Davit. Iya Itu lah aku Lilia LuzQiana Presdir MakeupLuz Perusahaan yang menepati nomer 2 sedunia, Semua orang selalu bangga karena diumur ku yang ke 24 tahun sudah bisa meraih Presdir Wanita terbaik sejagat Raya, tapi semua itu karna Davit, sekreataris ku yang tampan bisa di bilang itu kerja keras nya. karna aku sadar diri aku pemalas dan hampir semua kerjaan Ia yang mengerjakan nya, pernah kupikir Aku sangat beruntung karena mempunyai sekreataris tampan pintar, Rajin dan patuh, tapi setelah Ia selalu menyuruh ku, bahkan sering mengomeliku jika aku malas Di situlah aku tidak suka padanya. Bandara Internasional Taoxian Di kota Shenyang China. "Wuahhhhh.. Akhir nya bisa bebas Hahaha." Tawaan Aneh Lilia sesudah turuh dari pesawat." Bisa kah Nona Hilangkan wajah Aneh itu? Nona Aku akan menyiapkan Mobil, Sebaiknya Nona tunggu Disini jangan nakal seperti Anak Pa'ud!" Ucap nya bergegas pergi. Lilia LuzQiana: "Aihhhhh.. Benar benar nggak bisa bikin orang ngerasa bebas! Nyenyenye! Kenapa tuh Orang juga ikut si? kan sengaja aku tinggal di sana!.. bodo Ah mau jalan jalan dulu!" Ucap Lilia yang mengabaikan Ucap Davit. Sementara itu Raiyen Qin: "Dimana si tuh Orang! Bikin pegal Kakiku saja! Sudah lah kau saja yang menjemputnya aku ingin pulang!" Ucap kesal Raiyen Yang menunggu Rara pulang Dari London. "Tunggu Raiyen! Jika kau pergi pasti Rara akan marah, apa kau ingin membuatnya tutup mulut." Ucap Lion sembari berteriak." Aku tidak suka dengan Ancaman Lion sebaiknya kau diam jika dia masih tidak memberitahu dimana Dewi berada aku Tak yakin Sebesar apa Lubang yang harus Ia tinggali." Ucap ketus Raiyen berjalan pergi. "Wahahaha.. Apakah ini rasanya tidak di ikuti seseorang? Yuhuuuu.. Aku sendirii aku tidak di ikuti Hahhaha." Tertawaan Lilia berjalan sembari melompat lompat dan tak sengaja menabrak tembok." Sepesies Apaan tuh, dasar Orang gila! Ehh!! Awass." Ucap Raiyen yang melihat Lilia terjatuh. Lilia LuzQiana: "Duh! Dasar tembok! Siapa yang menyuruh mu berdiri di sini Hah? Dasar nakal AW.. Tembok nakal AW sakit sakit." Ucap kesakitannya karena menendang tendang tembok itu. Raiyen Qin: "Deg! Wa.. wajah itu? Lilia! Dia sudah pulang? Tu.. tunggu Jangan tinggal kan aku lagi." Pikiran Raiyen yang ingin meraih pundak Lilia. Tepat saat itu Drkkkk.. Drkkk suara koper Rara." Wahh.. wahh itu dia cepat Foto!" Rara Kyaaaaa.. aku cinta kamu Rara." Rara Lihat sini!" Ucap Para Fans Rara dan Wartawan. " Haloo.. pelan pelan saja, jangan dorong dorong ya nanti sakit loh." Ucap Rara sembari melambai lambai. Begitulah selama 5 tahun Ini Aku Rara Ayundira Artis papan Atas Keluaran perusahaan WolldenQin Yang paling di cintai semua orang tanpa memiliki Antifan Satu pun, dan selalu di puja para kalangan Pria. Rara Ayundira: "Hah! Capek nya mulut ku hampir mau sobek karena tersenyum mulu! EH? Lion mana kak Raiyen? Katanya Dia mau menjemputku? Dia tidak bohong kan? Kalau bohong." Lion Ziling: "Rara! Ingat lah Raiyen tetaplah Raiyen! Jangan kau pikir dia tak berani melukaimu hanya kau mempunyai Benda yang ingin dia cari! Cepat lah masuk ke mobil aku akan mengantar mu." Ucap Tegas Lion. Rara Ayundira: "Cih! Padahal aku ingin sekali melihat Kak Raiyen! Malah lihat si bodoh ini! Hehehe.. tapi aku akan menemuinya nanti malam." Pikiran Rara sembari menyeringai. "Dubrakkk! Akhh.. akhh sakit! Lepaskan!" Ucap Raiyen yang dibanting Lilia." Heh? Dasar pencuri! Dengar ya kau salah mencari mangsa!" Ucap Lilia masih menekan keras tangan Raiyen." Adawww! Pelan dikit dong! Aku bukan pencuri mana ada pencuri setampan ini dan memakai Jas!" Ucap Raiyen Sembari berteriak." Iya juga yaa, kalau begitu Maaf." Ucap Lilia mengendorkan pegangannya," Tunggu! Lalu mengapa kau ingin memegang ku dari belakang?" Ucap nya menekan Keras kembali. Raiyen: "Adahhhhhhh!!! Lepassin dulu bisa bisa Bengkong tangan gua!" Teriakan kesakitanya." Enggakk!! Jangan bodohi aku cepat katakan atau kutambah tekananya." Iyaakkkkkk! Tadi Gua kira Lu sepesies? Bukan bukan gua kira lu kesurupan makanya mau gua tolongin!" Ucap Raiyen. Drett.. drett suara Telephone Lilia berbunyi." Liliaaaa! Sudah ku katakan jangan nakal! Cepat kembali jika tidak akan ku ombak Ambrikan seluruh bandara ini!" Teriakan Davit Morgan." A.. Ayam Ayam! Dia pasti sangat marah karna sudah menyebut Lilia! HEI.. aku harus pergi dengar jika kita bertemu lagi urusannya masih belum selesai." Ucap Lilia Langsung Lari kebirit b***t. Raiyen Qin: "Aihhhhh.. sakit nya apa dia mengkonsumsi besi? Heheheh.. tapi Aku Sudah mendapat kan jawabannya! Lilia ku kembali walau tidak mengingat ku! Aku berjanji akan mengembalikan ingatan mu satu persatu." Ucap Raiyen sembari tersenyum kecil. Davit Morgan: "Dasar, Anak nakal! Anak Pa'ud! Lilia Nakal! Aku akan menghukum jika Ia sudah sampai!" Ocehannya Yang tidak sadar di belakang nya ada Lilia. "Tuh.. tuhkan Serem bangat! Aku harus apa nih? Ahh ya ya! Duarrrr.. Davit akhir nya Aku menemukan mu! Ayoo kita pulang Cepat! Cepatt!" Ucap Lilia sembari masuk ke dalam mobil." Tunggu apa aku menyuruh mu menaiki mobil itu? Cepat turun!" Ucap Davit dengan wajah marah." Huh! Tuh kan kena omel lagi! Apa pekerjaan mu hanya mengomeliku? Ayolah Jangan marah ya? ya? Davitt." Ucap Lilia sembari menunjukkan wajah imutnya." Aihhhh.. Ini yang bikin Aku Setres! Aku tidak bisa mengomelimu! Sudah lah lupakan lain kali jangan begitu! Ayo cepat masuk." Ucap Davit." Kyaaaa.. Davitt terbaik! Ayoo Davit nakal, cepat menuju Rumah Hahaha." Ucap Lilia dengan penuh kegembiraan Diwajah nya." Entah lah siapa yang nakal yang penting Ia bahagia." Pikiran Davit. Kediaman keluarga Luz. Critttttttt.. suara mobil Lilia berhenti di depan Rumah nya yang telah lama Ia tak Lihat. Lilia LuzQiana: "Sungguh tak berubah ya, Masih seperti ini! Hah.. kalau rumah ini kecil sekecil batu pasti akan ku peluk!" Gerutuan Lilia masih melihati Rumahnya. "Lilia! Anak Ibu! Mengapa kau kesini tetapi tidak memberitahu Ibu malah Davit yang memberitahunya!" Ucap Ibu Lilia yang sangat Heboh." Aaaa.. kenapa ibu dan Ayah malah menyambut Lilia! Kan Lilia ingin memberi kejutan! Davit ternyata kau yang membocorkan misi ini." Ucap Lilia menatap tajam Davit." Aku tidak membocorkan nya hanya saja saat itu Nona hilang kukira sudah pulang duluan makanya aku menelepon Nyonya Vivia Tapi ternyata Ya begitu lah." Ucap Santai Davit. "Aaaa.. Ibu Ayah cepat masuk lagi Lilia ingin mengejutkan Ibu Ayah! Davit Jahat!" Rengekannya seperti Bayi." Huh! Lagian siapa suruh menghilang itu salah mu tau!" Ucap ketus Davit." Sudah lah! Lilia ingin melihat Ayah dan Ibu kagetkan? Oh? Lilia? Kamu kesini untuk mengejutkan Ayah dan ibu ya Ya ampun Ayo masuk Ibu akan membuatkan Kue jahe untuk Putri Ibu yang suka memberikan kejutan Ini." Ucap Ibu Lilia." Hahah.. Ayah sangat tersentuh Ayo sayang di Luar dingin Ayo masuk putri ku!" Ucap Ayah Lilia." Hahaha.. Ayo masuk Di luar dingin!" Ucap Lilia sembari tertawa berjalan masuk Kerumah." Hah? Sebenarnya Keluarga apa ini? Mereka waras kan Ini panas kok enggak dingin ini panas! Aku nggak salah ini panas." Pikiran Davit yang hanya terbeku melihat tingkah laku keluarga Luz yang sebenarnya itu. Hotel Vanos. Raiyen Qin: "Haha.. Itu benar Lilia! Dia sudah kembali dan Luka di tangan ku ini Ia yang berikan, Hahaha aku lebih suka jika luka ini tak akan sembuh." Pikirannya terus tersenyum sendirian. " Aaaa.. Ibu Ayah cepat masuk lagi Lilia ingin mengejutkan Ibu Ayah! Davit Jahat!" Rengekannya seperti Bayi." Huh! Lagian siapa suruh menghilang itu salah mu tau!" Ucap ketus Davit." Sudah lah! Lilia ingin melihat Ayah dan Ibu kagetkan? Oh? Lilia? Kamu kesini untuk mengejutkan Ayah dan ibu ya Ya ampun Ayo masuk Ibu akan membuatkan Kue jahe untuk Putri Ibu yang suka memberikan kejutan Ini." Ucap Ibu Lilia." Hahah.. Ayah sangat tersentuh Ayo sayang di Luar dingin Ayo masuk putri ku!" Ucap Ayah Lilia." Hahaha.. Ayo masuk Di luar dingin!" Ucap Lilia sembari tertawa berjalan masuk Kerumah." Hah? Sebenarnya Keluarga apa ini? Mereka waras kan Ini panas kok enggak dingin ini panas! Aku nggak salah ini panas." Pikiran Davit yang hanya terbeku melihat tingkah laku keluarga Luz yang sebenarnya itu. Hotel Vanos. Raiyen Qin: "Haha.. Itu benar Lilia! Dia sudah kembali dan Luka di tangan ku ini Ia yang berikan, Hahaha aku lebih suka jika luka ini tak akan sembuh." Pikirannya terus tersenyum sendirian. Rara Ayundira: "Dia kesambet nggak Si? Aku mengundang nya untuk minum minum tapi kenapa begitu? Bodo ah lanjutin Aja." Ucap nya sengaja mencemplung kan diri nya ke kolam Renang. Byurrr suara Rara terjatuh." Akhhhhh.. tolong Aku tak bisa berenang." Ucap Rara yang terlihat kewalahan." Rara? Tenanglah aku akan menolongmu." Ucap Raiyen langsung menolong Rara dan mengangkatnya yang sedang basah kuyup itu membawanya kedalam kamar." Apa kau bodoh? Jika tidak bisa berenang jangan lah mencari gara gara!" Ucap Raiyen dengan nada kesal." Tapi kan ada kau! Bukankah ini sama dengan kau menolong ku dari lebah itu? Kak Raiyen apa kau tau aku sangatt ingin." Ucap Rara sembari membelai Pipi Raiyen yang basah dan mencoba memberikan Rangsangan memegang d**a Raiyen." Brug! Jangan sentuh aku!" Ucap Raiyen langsung mendorong Rara." Rara Ayundira: "Kenapa? Kenapa aku tak boleh menyentuhmu? Kak aku sangat mencintaimu! Kenapa kau selalu menolak ku? Apa kau masih mencintai Lilia yang bahkan Sudah melupakan mu? Apa dia pantas menerima cinta mu?" Ucap nya sembari berteriak melempar secangkir gelas. Raiyen Qin: "Pantas atau tidak nya Itu tak penting! Jelas dia melebihi dari pantas! Jangan membuat kesabaran ku habis Rara aku membuat mu selalu di sisiku dan menjadikan mu artis papan Atas dalam perusahaan. itu karena aku menunggu mu buka mulut tentang Dewi! Ingat lah yang di atas akan selalu di Atas." Ucap ketus Raiyen berjalan pergi dengan pakaian basah kuyup. Brakk.. Suara pintu kamar Rara yang di banting Raiyen." Raiyen? Apa yang terjadi kenapa pakaian mu basah?" Ucap Lion yang dari tadi menunggu di Luar Kamar Rara." Berikan kunci mobil nya, aku akan pulang sendiri! Dan sepertinya seseorang di dalam perlu bantuan." Ucap Raiyen. "Huh! Dasar Lilia Jalang! Apa yang kurang dari tubuh ku Jelas aku lebih seksi dan aku segala nya! Hoss.. hos! Ini karena obat itu! Huhuhu.. kukira Raiyen akan tergoda! Minumm.. aku butuh minum!tubuh ku sangat panas! Panass."Ucap Rara yang terengah engah karena meminum obat perangsang." Ceklek.. Tap.. tap.. tap tiba tiba terdengar suara langkah kaki.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN