26. Kita Berdua

1726 Kata
Taps.. taps.. tap.. Tiba tiba terdengar suara langkah kaki yang sangat bergema seperti malaikat turun dari langit." Presiden Qin.." Ucap hormat para karyawaan Yang melihat Raiyen Qin. Raiyen Qin: "Lilia? Kau sudah datang? Kenapa kau duduk di Lantai? Bisakah Ada yang menjelaskkan Situasi ini?" "I.. Ini kesalahan saya! Saya kurang teliti dalam Bekerja." Ucap Veno sembari menunduk." Kau bilang kurang teliti! Kau baru saja mengatai CEO kami w************n! Dan mau menyiram nya dengan Air! Cih pandai sekali dalam berbicara!.. Presiden Qin Bukankah perusahaan mu sangat bagus dalam Hal Vaselitas Dan Para Karyawan Atau itu hanya Kabar burung? Aku sungguh kecewa dengan Apa yang terjadi seharus nya kami memang tidak bekerja sama dengan mu!" Ucap Davit dengan nada mencemooh." Ayoo.. Lilia Kita pulang saja Sudah cukup penghinaan yang kau dapat kan di sini." Ucap Davit Langsung mepapah Lilia." Tidak bisa! Kalau aku pergi Dia pasti akan marah dan menyebarkan berita Aneh! dan juga Makeup Luz sekarang perlu bantuan Dari perusahaan nya! Aku tak bisa pergi." Pikiran Lilia." Tidak apa! Presiden Qin tidak bersalah yang salah Adalah Orang itu yang tak tau bagaimana Cara menyambut Tamu!" Ucap Lilia sembari melirik Veno si Resepsonis." Aku mengerti.. Kau Pergi lah dari Perusahaan Ini! Dan jangan pernah kembali! Ambil Gaji mu bulan ini sekaligus Pesangon. Marko kau urus lah Dia." Ucap Raiyen dengan tegas. Lilia LuzQiana: "Kau tak Apa? Bagaimana ini.. Baju mu sangat basah Nanti misal nya masuk Angin gimana! ini karena Aku! Seharus nya kamu tidak menghalangi nya." Ucap khawatir Lilia sembari menepuk nepuk Baju Davit yang basah. Davit Morgan: "Hihihi.. Tak apa, aku tak akan masuk Angin kok! Toh jika kau yang terkena Air itu, malah kau lah yang akan paling menyusah kan!" Ucap Davit sembari mengelus Kepala Lilia. "Apa harus aku melihat ini!" Pikiran Raiyen yang cemburu melihat ke dekatan Lilia dengan Davit." Ya.. CEO Lilia benar, Seperti nya kau harus pulang dan mengganti pakaian mu!" Ujar Raiyen." Untuk apa aku melakukan itu? Mari Kita Selesaikan saja Pertemuannya." Ucap Davit menentang keras perkataan Raiyen." Tidak! Kau harus pulang dan mengganti pakaian mu! Ini perintah Atasan mu CEO Lilia! Ayo Presiden Qin Aku tak ingin membuang buang waktu." Ucap Lilia dengan tegas berjalan pergi." Puk!.. Turuti lah perkataan Atasan Mu! Hanya Atasann! Sampai jumpa Puk.. puk." Ujar ketus Raiyen sembari menepuk nepuk pundak Davit. Davit Morgan: Nyitttt" Sialan! Aku tidak akan membiarkan ini lain kali!" Ucap nya dengan kesal sembari mengerut kan kedua Alis bergegas pergi. Ruangan Presiden Qin. "Silahkan duduk! Rupanya Kau sudah datang ke sini 2 kali, tidak sembarang Orang loh.. berani menginjak kan kaki nya di Ruangan ku." Ucap Raiyen dengan nada Sombong nya." Cih.. sombong sekali!" Ucap kesal Lilia langsung duduk Di Sofa dan melihat sekeliling." Kalau di pikir pikir Ucapannya memang benar! Perusahaan nya selalu no 1 sedunia dia di juluki Si Dewa Uang karena Uang nya bisa saja mengelilingi Dunia Beberapa kali! Dan hampir semua wanita mengejar nya tapi kenapa aku tak melihat satu pun wanita di samping nya? Apa dia Homo? Hmmm.. mana mungkin Terlalu di sayang jika wajah tampannya itu.. tunggu! Apa yang aku katakan dia itu lebih mirip beruk! Tampan apanya A..cuihhh!" Pikiran Lilia menatap tajam Raiyen." Kenapa menatap ku seperti itu? Aku terlihat tampan kan?" Ucap pede Raiyen." PFFT.. jika aku bilang kau tampan berarti aku buta! Sudah lah Ayo selesaikan Pekerjaan dulu." Ucap ketus Lilia. Tapp.. tap.. tap suara langkah kaki Raiyen tiba tiba mendekat ke Lilia." Ka.. kau ma.. mau Apa! Kita bisa bi.. bicara! Taps!!" Apa aku kurang tampan?" Ujar Raiyen yang sangat dekat dengan Lilia." Sial! Silau wajah nya saja sudah menjelaskan dia tampan!" Me.. menjauh lah jangan bercanda." Ucap Gugup Lilia." Hmmm.. lalu apa kau mencium sesuatu? Bukan kah Sangat Harum?" Ucap Raiyen sembari menatap Lilia dari dekat." Sial! Sangking dekat nya sampe nggak bisa nafas! Aku tuh lemah sama pria tampan!" A.. aku tak bisa mencium apa pun! Minggir!" Ucap Lilia langsung mendorong Raiyen. Lilia LuzQiana: DEG! DEG!" Sial.. nih jantung nggak bisa diem! Huh.. hah.. Huh.. hah! woi.. siapa pun, tunjukin cara nafas yang benar dong! Huhuhuhu." Pikiran Lilia dengan wajah Ngeblus nya. Raiyen Qin: "Apa aku sejelek itu? Sampai dia merasa jijik? Padahal aku sudah bertata Rapih! Hiks.. Hikss!" Pikiran Raiyen langsung duduk Dan memasang wajah Sedih tetapi keimutan. Semeriwingg.. nguss. Nguss" Wa.. wangi ini seperti Aku mengenal nya." Hei! Apa kau mencium Aroma sesuatu." Ucap Lilia sembari mengendus ngendus." "Apa.. aku tidak mencium apa pun." Ucap nya langsung menjawab tetapi dengan wajah melasnya." Masa sih Harum ini seperti aku pernah mencium nya di mana?" Gumaman Lilia." Huh! Padahal aku sengaja memakai Perfumes ini aku berharap kau akan mengingat sesuatu akan hari itu." Pikir Raiyen. 6 tahun yang lalu tanggal 28 januari. Lilia LuzQiana: "Sstttt.. Ini dengan Komando Lilia Aku ada di sebalah kanan Stttt.." Suara Lilia sembari menelepon dan mengumpat di semak semak Depan Rumah nya. Raiyen Qin: "Apa harus seperti Itu? Aku bisa melihat mu dari sini, lihat tangan ku melambai lambai." Ucap Raiyen Yang berdiri Didepan Pagar Rumah Lilia. "Aku tidak bisa mempercayai kau orang yang ku cari! Kata Sandi?" Ucap Lilia masih mengumpat di semak semak." Hehe.. bagaimana aku menyebutkan kata sandinya? kita saja belum membuatnya." Ucap Raiyen sembari tertawa kecil melihat tingkah laku Aneh Lilia." Ah! Benar juga! Kau tunggu di sana." Ucap Lilia sembari berjalan pelan pelan dan melihat sekitar." Brak.. suara pupuk tanaman yang terjatuh." Aaaaa!" Suara teriakan Lilia." Hupp! Stttt.. Diam." Ucap Raiyen Langsung membungkam mulut Lilia dan mengumpat di balik Dinding Pagar." Aduhh! Udah di angkat enak enak kok malah mau nya jalan sendiri, Mbok Yo Terimakasih Ngono Loh! Huft.." Ucap Pak simin Tukang kebun Lilia mengangkat pupuk itu kembali dan bergegas pergi ke Arah Barat." Huft.. untung pak Simin tuh Budek.. Hah Aman aman." Ucap Lilia yang sangat Lega." Cetakk! Suara Raiyen menyentil Hening Lilia." kenapa Harus seperti tadi? Jangan jangan kau ingin kabur ya? Hihihi.. aku akan berteriak kalau kau ada di sini." Aww.. Huh sakit! Siapa yang ingin kabur si, Hmmm.. Yaaa sebenarnya memang kabur." Ucap Lilia." Kabur? Pamannn! Bibi! Anak mu kabur bersama lela..!" Teriakan Raiyen yang langsung di bungkam Lilia." Bodoh! Sumpah Siapa yang kabur sama lelaki! Dan aku kabur karena Hari ini ada Les bahasa Spanyol tau!" Ujar Lilia. Raiyen Qin: "Huh! Aku kan laki laki!Kenapa? Apa otak mu tak sanggup menerima nya ya? Hahahaha.. sekecil apa otak mu sebenarnya?" Ujar nya dengan nada ngeledek. Lilia LuzQiana: "Kau bukan laki laki bagi ku! Sudah lah Ayoo aku ingin jalan jalan Pikiran ku sesak jika di rumah terus." Ujar Lilia yang terlihat Acuh. "Jadi dia tidak menganggap ku Laki laki ya? Lalu aku apa? Mengapa susah sekali mencopet Hati mu!" Pikiran Raiyen." Loh? Loh? Lohhhhh? Kau tidak membawa mobil?" Ucap Kaget Lilia." Ya? Aku tidak membawa nya, Yahh dia harus kesalon karena Lecet." Ucap nya dengan Santai." Beh.. beh.. beh! Gila gila! Jadi kita harus berjalan kaki? Masalah nya tempat yang ingin ku kunjungi itu jauh! Pe.. percuma aku Kabur.. hidup itu ternyata begini?" Ucap Lilia dengan wajah prustasi nya." Aku memang tidak membawa mobil tapi aku membawa itu.. tuh di sana." Ucap nya menunjuk ke Arah belakang pohon besar dan terdapat Motor Ninja ZX10-R." Mo.. motor itu? Kyaaaaaaa! Gila bisa gilaaaaa aku! I.. ini kan motor jagoan Kawasaki yang mengikuti ajang World Superbike kan? Sumpah Ini sungguh punya mu? Wo.. Wow!" Ucap Lilia yang sangat heboh sembari mengelilingi Motor itu." Perkataan mu itu menyakitkan ya! Iya itu punya ku lalu? Kau pasti tak menyangka kan aku pemilik nya? Aku kan Dewa Kota Shen..ya." Ujar nya namun di sela Oleh Lilia." Cepat! Ayo jalan jalan! Ukhh.. ukhhh." Ucap Lilia yang tidak sabar dan mencoba menaiki motor itu namun tak bisa." Grep!.." Makanya minta tolong dong mulut mu itu cuman pajangan Ya? Dasar Toge!" Ucap Ketus Raiyen mengangkat Lilia ke atas Motor Itu." Huh! Siapa suruh ini besar sekali!" Ucap Lilia Dengan wajah cemberutnya. "Mari biar ku pakaikan Helem nya." Ucap Raiyen langsung memakai kan Helem itu." Dheg! Deg!.. Huh! Siapa yang nggak Deg Deg kan kalau kita para wanita di pakai kan Helem seperti ini! Huh! Andai saja dia bukan Raiyen tapi pria Lain mungkin aku akan jatuh cinta!" Pikiran Lilia sembari menatap Raiyen." Apa? Dari wajah mu kau sedang menjelek jelekkan aku ya?" Ujar Raiyen." Ma.. mana mungkin! Kau kan tampan bagaimana bisa aku menjelek jelekkkan mu!" Ucap cepat Lilia." Hehehe.. aku tampan ya? Kalau begitu duduk yang manis penumpang Cantik ku." Ucap Raiyen sembari menyeringai. Pasar Kebahagian. "Ibu lihat Aku mau beli Lilim pewangi itu." Baik Mau Wangi apa pak saya ingin memesan." Silahkan Baju nya sangat cantik dan bagus untuk buat Couple sepasang kekasih." Pak ini berapa Ya?" Ini 35 aja bu." Wahh Lihat Atraksi Lumba Lumba." Silahkan mampir Mari mari." Dijual Buah segar nya." s**u pisang kesukaann Jungkook mari mari beli." Beli 1 dapat 1 boneka Bear mari mari." Pak saya beli Ini sekilo saja." Suasana Yang begitu Ramai di pasar Kebahagian. Raiyen Qin: "Kupikir mau kemana.. ternyata mau ketempat bising! Hah buang buang Akhir pekan berharga ku saja! Kalau begitu mending aku tidur dan menyuruh ibu ku membuatkan ku makanan! Huh! Lapar." Ujar nya yang sama sekali tidak suka kebisingan. Lilia LuzQiana: "Heh Begitutuh Suka nya Ngerem tapi nggak Netas netas! Kau itu Manusia Atau Ayam suka nya Hanya tidur dan makan saja." Ucap ketusnya. Raiyen Qin: "Berisik! Jika aku tau kau akan mengajak ku ketempat bising ini aku akan mengajak mu Ke pulau Kapuk bersama ku kita bisa tidur di sana." Ujar nya sembari menyenggol Lilia. Lilia LuzQiana: "Dasar Anak Rumah! bagi mu ini adalah kebisingan Coba kalau kau Lihat dan buka Mata hati mu dan mencoba menikmati nya pasti kau akan merasakan Ada banyak begitu kebahagian yang bisa kita dapatkan dari tempat Ramai ini, dan makanya tempat ini di nama kan Pasar kebahagiaan." Ucap Lilia Tersenyum sembari melihat sekitar. "Buka mata Hati dan mencoba menikmati nya." Pikiran Raiyen yang Tanpa Ia sadari Ia memahami Arti dari Kebisingan itu." Mmmm.. kalau di pikir pikir aku hampir tidak pernah melihat Dunia Luar.. karena kepergian Bibi ku aku selalu menganggap Bibi ku adalah jendela Dunia tapi Ia telah pergi. dan saat itu lah aku tak Bisa melihat Keluar, aku merasa takut Hilang atau tersesat tapi Kini aku mempunyai Seseorang yang selalu menuntun ku ke tempat tempat baru dan Mengatakan Kebahagiaan bisa di dapat kan dari hal hal Sekecil apa pun kalau kita sungguh sungguh menikmati nya." Pikirannya Sembari melihat Kearah sekitar.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN