hari ini masih libur aku berencana mengajak anak anak jalan jalan ke tempat wisata yang jaraknya kurang lebih memakan waktu satu jam dari rumah, mumpung zahra libur .. aku sudah merencanakannya dari lama jadi ku suruh tono dan eti untuk tidak menerima pesanan hari ini biar mereka juga bisa ikut,
ibu, mba puput serta tono dan eti dan agus yang sudah ku anggap sebagai adiku sendirii
"wah asik bisa jalan jalan juga, makasi mba hana" celetuk eti
"sama sama, makasih juga ya sudah setia menemani mba"jawabku
zahra sangat senang maklum ini pertama kalinya saat masih bersama mas dimas kita ga pernah kemana mana dengan dalih untuk menghemat uang agar bisa menabung,
alhamdulilah sekarang bahkan materi yang aku hasilkan inshaallah lebih dari cukup untuk menghidupi ibu zahra dan zifa,
"mama zahra ga sabar mau main di sana, bagus loh mah kata sessy teman zahra"
"oiyaah okey main sepuasnya ya hari ini, inshaallah nanti mama punya rejeki lagi kita jalan jalan lagi"
sesampai di sana aku membooking salah satu saung untuk kita bersantai, sedangkan zahra sudah pergi bermain main dengan agus dan eti
"bu, hana mau pesan makanan dulu ya mungkin sebentar lagi zahra akan kembali jaga zifa ya bu"
"baik hana, ibu tunggu di sini saja ya"
saat sedang memesan beberapa makanan berat dan cemilan tiba tiba ada yang memanggil
"hana, kamu di sini?"
"mas dimas? kamu di sini ga kerja mas? "
"engga han, kan masih cuti nikah mana anak anak han?"
"ah ada di sana mas sama ibu,"jawabku sambil menunjuk saung kami
"mas dimas di cariin kemana mana malah di sini!!"
tari menatap sinis ke arahku
"jangan coba coba mengganggu suamiku ya mbak!"
"permisi ya, saya pergi dulu"
lalu aku berlalu jika di ladeni pasti akan tambah panjang masalah nya
duh mimpi apa ketemu mereka di sini
***
hari sudah sore kita pun memutuskan untuk pulang,
setelah sampai aku mengurus zahra dan zifa membersihkan diri, setelah itu baru diriku sendiri
setelah selesai bebersih saat masuk ke kamar anak anak sudah pada tidur mungkin zahra sudah kelelahan seharian bermain lari ke sana lari ke sini
ku rebahkan diri di samping anak anak lalu mulai membuka aplikasi biru
dan mengupload beberapa foto saat kita liburan tadi dengan caption
"liburan sesekali dengan keluarga"
muncul beberapa komentar
"wah lain kali ajak aku ya han," esti
"dek zifa sudah besar ya"pak amir
"hana makin cantik saja" teman sekolah ku dulu
saat sedang asyik berbalas komentar tiba tiba muncul satu komentar
"jadi tukang ayam aja soksokan liburan gaya selangit ekonomi sulit" ya, itu dari mbak tari
"wah mba ini ga tau ya jualan ayamnya omsetnya jutaan"balas tono
"gapapa jualan ayam dari pada nikung laki orang"
"maling ayahnya anak anak ni bos senggol dong"
entah lah banyak sekali komentar aku tidak membalas sepatah katapun semenjak tari komentar
"hana kamu sengaja kan nyuruh mereka buat nyerang aku lagian kan kamu emang beneran jualan ayam"
dia malah mengchatku lewat mesenger
"kenapa si mbak ngusik hidup aku terus"jawabku
"siapa yang ngusik bukannya kamu yang tadi siang nggodain mas dimas, dasar janda gatel"balas tari
"siapa si mba yang godain mas dimas . aku juga punya harga diri silahkan ambil mas dimas mbak!"jawbku lagi
"sombong kamu ya hana, kalo sekali lagi aku melihat kamu dan mas dimas bertemu aku ga akan tinggal diam, jangan harap suamiku akan kasih kamu uang untuk anak anak kamu itu"
"aku bisa kerja sendiri"
setelah itu aku memblokir akun tari,
sabar hana sabarr
aku juga mengupload foto zahra dan zifa di aplikasi hijau ku lihat ibu mertua mengirim pesan tapi tidak ku buka, biarkan saja lah aku sedang benar benar malas untuk berdebat ,ku letakan ponsel di atas nakas lalu ikut terlelap bersama bidadari bidadari kecilku
jam sudah menunjukan akan segera berada di waktu maghrib, anak anak sudah tidak ada di sebelahku mungkin sudah bersama ibu karna aku mendengar suara ramai di luar, lekas aku bangun, ku cek apk hijau dan memposting besok sudah bisa menerima orderan lagi, mlm ini eti juga menginap di sini karna bapak ibunya sedang ke luar kota untuk kondangan
"mba hana, aku sudah order ayam untuk besok"
"wah apa sudah ada pesanan et,"
"sudah mba, katanya pesannya ga di buka buka sama mba hana jadi ngirim pesan ke aku,untuk aku kasih nomorku saat mengantar pesanan ke pelanggan tetap kita" celoteh eti panjang lebar
"baiklah nenek cempreng kamu memang yang terbaik!!"
"iihh mba hanaaa aku bukan nenek cempreng" eti bersungut sungut
"baiklahh eti cantik"
"mama sama mba eti lucu" ucap zahra
"sudahlah ayo kita sholat maghrib tuh sudah adzan"ajakku pada orang orang yang ada di sini
"iya mba sholat dulu aja, aku lagi halangan mbak, biar aku yang jaga dedek zifa"
"okey titip zifa ya, ayo zahra, ibuk"
lalu kita menunaikan ibadah sholat maghrib berjamaah, aku bersyukur sekali Allah cepat menghapus rasa sakitku, anak anakku sehat, usahaku lancar
semua hal memang ada hikmahnya,
malam ini aku tidur bersama eti dan zifa, zahra mau tidur sam mbah uti katanya
"mba belum mau resign ya mba?"
tanya eti
"mungkin belum et, lagipula pekerjaan mba sudah ga bnyak sekarang jadi bisa pulang lebih awal"
"ohh okey mba, tapi mba janji ya harus jaga kesehatan. mba wanita yang sangat kuat, semoga nanti mba dapat pendamping yang menyayangi mba hana dan adek zifa dan zahra melebihi apapun"
"amiin, tapi mba belum berfikir untuk menikah lagi et, mba masih takut"
"iya si mba, tapi anak anak masih kecil mba, mereka juga butuh sosok seorang ayah"
aku hanya menanggapi dengan senyuman
"dah yuk bobo et, besok kita ngobrol lagi ya,"
"yuk mba han, aku juga ngantuk sekali rasanya"
saat akan terlelap ada notifikasi pesan di ponselku
"han, sudah tidur? apa anak anak sudah tidur?"pesan dari mas arka
"ini mau tidur mas, ada apa mas malam malam?"
"han, besok aku harus dinas ke surabaya mungkin sekitar 4 harian"
"baik mas arka hati hati di jalan yaa"
"iya hana, sekarang tidurlah istirahat besok kamu berangkat kan ke rumah oma?"
"iya mas besok aku ke sana"
"selamat istirahat han"
aku tidak membalas lagi, rasanya sudah ngantuk sekali, ini pertama kalinya mas arka berpamitan denganku