Sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi di jalanan. Dari kaca hitam gelap itu tampak seseorang tengah mengemudi dengan wajah marah. Orang itu wanita, dengan ciri-ciri persis seperti kupu-kupu malam yang mengunjungi Zein waktu itu. Zein belum juga pulang ke apartemen sampai bulan kembali menghiasi malam. Azalia tampak mondar-mandir di belakang pintu, menunggu kedatangan suaminya. Ponsel melekat erat di genggamannya. Sudah berkali-kali dia menghubungi pria itu, tapi tak kunjung mendapat jawaban. Azalia cemas sekarang. "Mas Zein ke mana, sih," risaunya. Gadis itu sudah memasak untuk Zein. Tadi siang dia membeli bahan makanan meskipun melalui jasa online. Bukannya dia malas untuk beli keluar, melainkan karena Azalia tidak ingin keluar apartemen tanpa izin dari suaminya. Itu yang terus m

