Zein masih bersandar di atas kasurnya. Pria itu masih terjaga dengan ponsel di tangannya, dia sedang main game. Jika sebelumnya dia sibuk dengan urusan kantor dan misi rahasianya, kali ini Zein menghibur diri dengan bermain game. Lalu rasa haus memanggilnya, seharian di luar tadi Zein jarang sekali bertemu air. Pria itu menaruh ponselnya di nakas, lalu berjalan menuju kulkas dan membukanya. Dia sudah hendak meneguk sebotol air, tapi gerakannya tersedat. Entah kenapa dia teringat sesuatu yang tadi baru menyapanya. Zein mengambil duduk di kursi makan, barulah ia meneguk botol air itu. Tenggorokannya terasa segar sekarang. Mengingat tentang Azalia yang menyuruhnya duduk tadi, membuat Zein baru sadar kalau dari tadi gadis itu tidak kelihatan, ke mana dia. Zein melangkah mengelilingi apar

