Part 12 Petaka Bangun Tidur Tentu saja sebuah kesialan baginya menjelang tutup praktik, malah mendapatkan pasien lelaki, tetapi mengaku wanita. Baru kali ini ia mendapatkan pelanggan seperti tadi. Hal itu membuat Bira kesal, sekaligus geli. “Bu Dasmi, besok plang di depan klinik, ditambahin tulisan lebih spesifik ya? ‘Tidak menerima pasien dengan jenis kelamin abu-abu.’ Ya, tulis kayak gitu deh!” Bu Dasmi yang baru menutup buku pendaftaran, tentu saja merasa heran dengan tugas dari bosnya. “Bang Bira, bukannya kalau jenis kelamin warnanya cokelat. Saya baru tahu ada yang warnanya abu-abu. Apa diwarnai? Dipilok?” Bira pun menghela napas. Sakit darah tinggi yang sudah tidak lama kambuh, bisa saja kambuh mendadak, bila berbicara dengan Bu Dasmi terlalu lama. “Maksud saya, lelaki yang me

