Chapter 49 "Lo masih mau nunggu Kak Chan?" Pertanyaan Imma rasanya cukup menusuk untuk gadis yang sedang memakan mcflury itu. Imma, menatap sahabatnya dengan tajam. Ini sudah cukup lama dari ketika Chan online, lelaki asal Australia itu menghilang seolah ditelan bumi. Namun yang mengherankan, Hana masih saja menunggu Chan. Gadis yang sekarang bekerja di salah satu perusahaan yang ada di Bandung itu lantas mengangguk pelan. "Bego," Imma jelas akan mengatainya begitu. Hana sudah tau, dia enggak sakit hati dikatai bego toh memang nyatanya dia sebego itu buat nunggu sesuatu yang bener-bener enggak pasti. Hana tersenyum miris, "Emang." "Gua tau elo sadar diri," Imma sesaat menyedot minumannya dahulu. Berusaha memadamkan makian untuk sahabat sematinya itu yang sepertinya seben

