Chapter 50 Sebenarnya haram buat Hana bangun dibawah jam 9 pada hari minggu. Hanya saja sayangnya dia malah terbangun karena suara bising dari ruang tamu. Hana pikir paling itu cuman temen-temennya Hanif yang datang pas abis lari di car free day. Namun ketika Hana akan tertidur kembali, Ibunya mengetok kamar si sulung. "Kaaa." Karena berhubung Hana belum mau jadi batu, Hana memilih untuk bangkit dari tidurnya dan membuka pintu kamarnya yang sempat terkunci. "Ada apa ibu negara? Butuh cabe atau terasi?" Abis Hana hafal banget, ibunya kalo ngetok kamarnya paling buat ngebabuin Hana. Tapi anehnya kali ini ibunya Hana menggelengkan kepala. "Ada temen kamu di ruang tamu." "Yaudah kakak samperin ya bu." "Cuci muka dulu Ka." "Ga usah." Hana menganggukan kep

