Chapter 51 Chan bangun dari tidurnya, matanya menerjab berulang kali sebelum benar-benar terbuka. Sekarang masih jam 4, Chan tadi sempat mengchek ponselnya. Tapi karena kebiasaannya di pesantren kemarin, Chan biasa bangun subuh. Padahal dia dan Hana baru tidur jam setengah 2 pagi karena pergulatan ranjang semalam. "Han," tangan Chan mengelus pipi Hana, perempuan yang sedang memeluk tubuh polosnya itu maish terlelap. Lelah mungkin, tapi da gimana mereka harus sholat kan? Tangan Chan masih mengelusi pipi Hana, lelaki itu lalu menciumi rambut istrinya itu, "Sayang bangunn," ucapnya lagi dengan agak keras. "Hana sayang, bangun terus mandi dulu, nanti subuh bareng." "Emh," Hana menggeliat tanpa membuka mata. "lima menit lagi." "Hanaaa ih," Chan akhirnya mencubit pipi Hana
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


