Azka bangun dalam kondisi yang lebih baik. Ia mendapat penangan berupa bantuan oksigen dan diperbolehkan untuk pulang setelah sesak napasnya reda. Daniel berada tidak jauh dari brangkarnya. Laki-laki itu sedang membuka kotak sterefoam berisi bubur ayam. Momen ini membuat Azka merasa de javu. Ia pernah berada di posisi Daniel dan juga sebaliknya. “Makan dulu ya baru pulang,” ucap Daniel seraya menyendok bubur. Azka tidak membantah manakala Daniel menyuapinya secara perlahan. Azka makan dalam hening sampai akhirnya ia mengingat sesuatu. “Aku tadi ketemu Hana.” Gerakan tangan Daniel terjeda. Ia menatap Azka hati-hati dan membiarkan wanita itu melanjutkan kalimatnya. Daniel tahu ada sesuatu yang ingin Azka katakan. “Kami mengobrol. Sedikit. Kamu tau rasanya aneh sekali, kami seperti musuh

