XIII - Tell Me a Lie

2879 Kata

Azka kembali duduk di bangku W’s cafe. Sayangnya, hari ini tidak ada Vadi di sana. Panggung tempat laki-laki itu kosong. Kerumunan gadis-gadis yang biasa duduk lebih dekat dengan panggung juga tidak ada. Azka kemudian mengedarkan pandangan, mencari kemungkinan keberadaan sosok  Vadi di sekitarnya. Nihil. Vadi tidak ada di manapun. Azka mendesah kecewa. Seharusnya mereka bertukar kontak sebelumnya supaya Azka lebih mudah menghubungi laki-laki jangkung itu. Kalau dipikir-pikir, Azka memang belum pernah membahas perihal nomor ponsel dan sejenisnya. Padahal Vadi seharusnya menuntut. Ia sudah cukup banyak membantu Azka, maka apabila Vadi ingin meminta imbalan seharusnya itu adalah hal yang wajar. “Mau pesan apa?” Salah seorang pramusaji menghampiri Azka. Wajahnya mirip dengan pramusaji beber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN