Azka menikah dengan Daniel atas dasar perjodohan. Laki-laki itu sering muncul dalam acara formal yang diadakan oleh perusahaan milik keluarga Baskoro. Daniel Pratama Baskoro. Azka melihat Daniel sebagai seorang laki-laki dewasa. Ia memiliki sopan santun dan terdidik. Dulu nama Daniel sering sekali dibicarakan oleh kedua orangtuanya. Nama Daniel bahkan sering bergaung di dalam lingkup keluarga besar Azka. Daniel yang baik. Daniel yang cerdas. Kalimat seperti itu sering sekali Azka dengan dari mulut orangtua serta bibinya. Para Ibu ingin menjadikan Daniel sebagai menantu mereka, sementara itu para ayah menginginkan Daniel sebagai bagian dari perusahaan mereka. Sisanya, para anak perempuan memandang Daniel dari jauh. “Azka perkenalkan ini Daniel, anak dari kawan baik Papa.” Tempo hari, sew

