Hana belum pernah jatuh cinta. Ia banyak menghabiskan hidupnya bersama Azka dan hal tersebut terasa cukup baginya. Rasanya Hana juga tidak butuh cinta. Pikiran tersebut cukup lama bertahan di dalam kepalanya sampai Hana mengenal Daniel. Pria itu terlihat sama saja seperti kebanyakan pria yang pernah Hana temui. Mereka rapi, pandai berbicara, dan terkesan mendominasi. Satu yang pasti, Hana tidak menyukai pria yang seperti itu. Hana sama sekali tidak tertarik dengan romansa yang dijalin dengan pria seperti itu. Hanya saja, Daniel menjadi pengecualian. Pada awalnya, Hana merasa ia mempercayai Daniel karena ia merupakan suami dari Azka, sahabatnya. Pada awalnya, Hana merasa boleh bercerita apapun pada Daniel karena ia merupakan suami dari Azka, sahabatnya. Pada awalnya, Hana merasa boleh ja

