"Bagaimana aku sekarang terlihat jelek 'kan?" tanya Raihana dengan suara tidak jelas akibat mulut yang penuh dengan roti. Bahkan, untuk mengunyah saja dia jadi kesulitan. Mau dimuntahkan depan Tuan Kin, dia gengsi. Tadi 'kan dia sendiri yang memasukkan semua roti ke dalam mulutnya. Tuan Kin tersenyum geli. Dia tahu Raihana bersikap seperti itu hanya karena ingin tidak dilihat olehnya. Tapi, mau bagaimana pun sikap yang Raihana tunjukkan padanya, tidak sedikitpun bisa memudarkan rasa sukanya pada wanita itu. Apalagi sekarang Raihana adalah istrinya. Rasa sukanya pada wanita itu menjadi naik berpuluh kali lipat dari sebelumnya. Bahkan, jika tidak memikirkan pesan Adam dan Pak Pramudia bahwa dia harus bersabar menghadapi penolakan Raihana, sudah disosornya wanita itu tanpa ampun. Inilah keh

