Kembali Bersama Raihana

1111 Kata

Keadaan yang kaku. Raihana sengaja duduk agak berjauhan dengan Tuan Kin. Wanita itu duduk mepet dengan dinding mobil. Entahlah. Meskipun dia kini sudah tahu kalau Tuan Kin dan Dokter Safitri tidak ada hubungan istimewa, dia masih merasa kesal. Rasa kesal itu rasanya sulit sekali untuk dihilangkannya. Mungkin, dia masih butuh waktu untuk memulihkan perasaannya yang sudah terlanjur terluka. Tuan Kin sendiri tak lebih dari seorang pengecut. Selama ini dia begitu agresif pada Raihana. Tapi gara-gara kejadian ini, keberanian itu lenyap entah kemana. Padahal, dia sangat ingin duduk berdekatan dengan Raihana sembari menggenggam tangan istrinya tersebut mesra. "Hm...Hana," Tuan Kin mengerahkan seluruh keberaniannya sekarang untuk menyapa Raihana. Raihana melirik Tuan Kin. Tapi tidak menoleh.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN