Tuan Kin gelisah. Sepanjang malam berkali-kali dia menoleh ke arah Raihana yang tidur membelakanginya. Dia ingin memeluk, tapi tidak memiliki keberanian. Dia takut Raihana marah kepadanya dan membuat masalah di antara mereka kembali panas. Sementara itu, Raihana juga sebenarnya belum bisa tidur. Berbeda dengan Tuan Kin yang ingin sekali memeluknya, Raihana tidak bisa tidur karena belum ikhlas kembali pada Tuan Kin. Dia masih mempunyai rasa kesal yang sulit untuk diungkapkan. Namun dia tidak bisa menolak ketika Adam memintanya pulang mengikuti Tuan Kin. Jadi, dia pulang hanya karena Adam yang memintanya. Malam yang dingin jadi terasa dingin oleh kebekuan mereka berdua. "Hana." Tiba-tiba saja Tuan Kin mengucapkan nama itu. Spontan. Entahlah. Dia hanya ingin tahu apakah Raihana menanggapi

