Raihana menelan ludah. "Jadi, hal terakhir apa yang ingin anda sampaikan kepadaku? Tolong jangan berlama-lama. Langsung katakan saja." Tuan Kin menghela nafas berat. Meski dia sudah tahu apa yang akan menjadi jawaban Raihana, dia akan tetap mencoba untuk mengatakannya. "Begini Hana, aku akan mengatakan ini sebagai seorang pria dewasa dan aku anggap kamu sebagai wanita dewasa. Aku jelaskan sekali lagi kepadamu, bahwa apa yang aku lakukan selama ini, baik itu ciumanku, pelukanku, ataupun sikap tidak senonohku, itu adalah ekspresi-ekspresi dari rasa sukaku kepadamu. Bukan, karena aku melecehkanmu atau merendahkanmu." "Mungkin, kamu pernah mendengar bahwa aku adalah pria yang tidak menyukai wanita. Bukan tanpa sebab gosip itu muncul. Itu karena selama ini aku tidak pernah tertarik dengan y

