Arina melirik dua orang di samping kanan dan kirinya secara bergantian. Kanan mama tirinya dan kiri periasnya. Sungguh menyebalkan diperlakukan bak seorang tawanan. Jika saja dia punya ilmu menghilang, dia ingin menghilang saat ini juga. "Mbak, tolong dilihat keluar dong. Acara ijab Qabulnya sudah selesai belum," ucap Nabila pada sang perias. Jika sudah, dia akan mempersiapkan Arina untuk keluar kamar. Sang perias itu mengangguk. "Baik, nyonya. Aku lihat dulu ke bawah. " Dia pun langsung keluar kamar. Namun, tidak lama kemudian dia kembali lagi dengan wajah panik. "Nyonya, acara ijab Qabulnya sudah. Sekarang Tuan Adamnya sedang berjalan ke kamar ini menjemput Non Ari." Arina tersentak kaget. 'Apa? Acara ijab Qabulnya sudah selesai? Gila! Itu artinya pria itu sudah resmi jadi suami aku?

