Bab 26. Tidak Sengaja

1246 Kata

“Temenin gue dong,” gumam Neina pada Jihan sambil menyatukan telapak tangan di depan d**a. “Please....” Jihan memutar bola matanya. “Lagian lo nyetir nggak lihat-lihat. Mana di hari pertama Buk Disa ngajar.” “Udah deh, jangan bikin gue tambah ngeri kenapa. Ayo, temenin gue.” Akhirnya dengan terpaksa Jihan menurut. Ia segera mengambil tasnya dan menemani sahabatnya itu ke ruangan dosen. Keduanya masuk ke dalam lift menuju ke lantai atas. Jujur saja, keberaniannya semalam saat di dekat Mas Farraz kini menyusut dengan drastis. Seharusnya ia mendengarkan Mas Farraz untuk memakai mobil suaminya. Tapi, bagaimana pun Neina harus meminta maaf pada Mbak Disa. Ah, tidak. Neina harus memanggilnya ibu mulai sekarang. Baik Neina maupun Jihan keluar dari lift dan melangkah ke ruangan dosen. Keduan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN