Walau memang dia tidak ingin berpikiran macam-macam, tapi tetap saja pikiran Neina melayang ketika tahu Mas Farraz memberikan sebuah gaun dari butik kakaknya yang terkenal mahal dan juga ternama. Siapa perempuan itu? Neina masuk ke dalam rumah dan disana ada Aziz bersama Mbak Irma yang masih bekerja hingga akhir bulan ini. Neina menghampiri Aziz yang sedang belajar. “Anak Mommy lagi belajar?” tanya Neina lalu meletakkan tasnya di atas sofa dan bergabung dengan Aziz di ambal besar berbulu sangat lembut yang jelas di impor dari luar. Aziz tersenyum lebar. “Yes, Mommy. Wanna teach me?” “Sure, Sayang.” Neina melihat buku pria kecil itu dan mulai membantunya belajar. Hampir tiga puluh menit keduanya belajar dan seketika Neina mendengar gemuruh suara perut dari putranya. Ia menatap Az

