“Mommy, Aziz ngantuk.” Neina tersenyum menatap puteranya yang sedang duduk di sebelahnya seakan tidak memiliki tenaga apapun lagi setelah berenang bersama yang lainnya. “Tidurlah, sayang. Nanti Mommy bangunkan ketika kita sudah sampai rumah.” Neina kembali fokus menyetir dan membiarkan putera kecilnya itu tertidur lelap di sebelahnya. Masih ada jarak 30 menit untuk sampai ke kediaman Mas Farraz. Mengisi waktu bosannya, Neina mencoba menghidupkan lagu dengan volume yang tidak terlalu besar agar tidak mengganggu Aziz. Hari sudah sore saat mereka pulang. Setelah menemui lampu merah beberapa kali, akhirnya mereka sampai di rumah. Neina mengernyit saat mobil yang dipakai Mas Farraz sudah ada di carport. Tak lama, pria itu keluar dengan menggunakan pakaian santainya sehari-hari. Neina mema

