Bab 19. Kesedihan

1312 Kata

Pulang dari pemakaman, Neina kembali menjalankan mobilnya untuk segera sampai di rumah Mas Farraz. Keduanya memang pulang dengan mobil masing-masing dan saling mengikuti satu sama lain. Sesampainya di rumah, Neina keluar dari mobilnya yang diikuti oleh suaminya yang juga baru saja keluar dari mobil. Neina lantas masuk ke dalam rumah lebih dulu dan di ruang tamu ia melihat Aziz sedang belajar bersama Mbak Irma. Mungkin ini bukan saatnya ia mengganggu Aziz, menghela napas pelan, Neina langsung masuk ke kamar mereka lalu terbaring begitu saja di atas kasur dengan kaki menggantung di pinggiran kasur. Ia menatap langit-langit kamar itu dengan sendu. “Na,” gumam Mas Farraz yang menyusulnya. Pria itu duduk di pinggiran ranjang di sebelah Neina. Lalu setengah membungkuk di atas tubuh Neina s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN