Neina mengerjapkan matanya sebelum melirik jam digital yang berada di samping tempat tidur pria kecilnya. Sudah jam lima pagi. Neina mengerjap sesaat untuk menetralkan rasa pusing yang mendera sebelum melirik Aziz yang masih pulas di sebelahnya. Neina beranjak bangun dan menaikkan selimut hingga ke d**a Aziz sebelum memilih keluar kamar untuk kembali ke kamarnya dan membangunkan suaminya untuk shalat subuh. Saat Neina membuka pintu kamar, ia melihat Mas Farraz sedang membentangkan sajadah ke arah kiblat. Pria itu menaikkan sebelah alisnya menatap Neina dan bertanya. “Kamu tidur dimana semalam?” “Kamar Aziz, Mas.” Dilihatnya dahi Mas Farraz berkerut namun tampaknya Mas Farraz tidak mempermasalahkannya sehingga pria itu langsung berkata. “Mas tunggu kamu. Kita subuhan bareng, Mas shalat

