Neina berulang kali mengumpat dalam hati seketika, tidak pernah menyangka bahwa akan berada di posisi seperti ini. Padahal dulu ia sering bersama teman-teman yang lainnya baik cewek ataupun cowok mengobrol bebas di dalam kelas. Tapi, ia juga tidak bisa menyalahkan karena kini dirinya sudah menjadi seorang istri. Kini, Neina sudah berada di depan ruangan dosen. Ia menarik napas dalam-dalam dan sedikit merasa malu ketika harus berhadapan dengan dosen lainnya untuk bertemu Mas Farraz. Dengan berat hati, Neina membuka pintu ruangan dosen tersebut. Neina tersenyum dan menyapa para dosen yang jumlahnya sekitar 4 orang disana. “Neina? Ingin bertemu Pak Farraz?” tanya salah satu dosen laki-laki mencoba menggoda Neina membuat rona merah langsung menjalar di pipinya. Neina tersenyum masam dan

