“Mama,” Neina tidak menyangka bahwa malam ini ibu mertuanya datang mengunjungi mereka. “Masuk, Ma.” “Terima kasih, sayang.” Ola masuk diikuti oleh Neina setelah menutup pintu rumah mereka. “Mama sendiri? Papa nggak ikut?” Ola menggeleng. “Papa kamu sibuk, Na. Ngurusin kantor terus. Ya udah, Mama pergi sendiri aja. Kalian juga nggak pernah singgah ke rumah Mama.” Neina meringis pelan. “Maaf, Ma. Neina keasikan kuliah soalnya. Mama duduk dulu, Neina ambil minum dulu.” Ola mengangguk lalu bertanya, “Aziz mana?” “Nanny! I am here.” Aziz berlari saat ia turun tangga bersama ayahnya. Neina tersenyum lantas segera ke dapur untuk mengambil minum. “Be careful, son!” Farraz mengingatkan puteranya. Lalu, turut duduk di ruang tamu bersama ibu dan puteranya. “Sudah lama, Mom?” “Baru saja. K

