Sekotak s**u rasa cokelat disodorkan tepat di depannya. Di atas meja yang sedari tadi menjadi tempat air matanya jatuh. Di ruang kantin yang sudah sepi sebab jam sekolah telah usai, pria manis berkulit putih itu akhirnya mendongak juga setelah sejak tadi menunduk dengan tangisnya. Ia menatap kotak s**u cokelat favoritnya, lalu beralih menatap seorang pemuda yang duduk di depannya membuka buku matematika. Tanpa menatap wajah lawan bicaranya, pemuda yang baru saja datang itu menyodorkan sebuah sapu tangan hitam dari saku celana pada Bara. Tanpa basa-basi pula, Bara menyambutnya lebih dulu, mengusap sisa air mata juga membuang ingusnya di sana. "Bagaimana kau bisa menemukanku?" tanya Bara. Tangannya tergerak menyentuh kotak s**u di atas meja, lalu menusuknya dengan sedotan. Ia menatap t

